Operasi Hahsd Al-Shaabi di Dekat Perbatasan Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i38578-operasi_hahsd_al_shaabi_di_dekat_perbatasan_suriah
Karim Al-Nouri, juru bicara pasukan relawan rakyat Irak atau Hashad Al-Sha'bi pada 29 Mei 2017 menekankan kesiapan pasukan negara ini dalam memberantas kelompok teroris Takfiri Daesh di wilayah Suriah melalui kerjasama dengan pemerintah Damaskus.
(last modified 2026-06-22T19:16:19+00:00 )
May 31, 2017 09:57 Asia/Jakarta

Karim Al-Nouri, juru bicara pasukan relawan rakyat Irak atau Hashad Al-Sha'bi pada 29 Mei 2017 menekankan kesiapan pasukan negara ini dalam memberantas kelompok teroris Takfiri Daesh di wilayah Suriah melalui kerjasama dengan pemerintah Damaskus.

Masalah terbesar Irak dalam tiga tahun terakhir adalah terorisme Daesh. Daesh pada Juni 2014 masuk ke Irak dengan klaim mewujudkan pemerintah khilafah Islam di Irak dan memfokuskan keberadaannya di wilayah-wilayah yang mayoritas penduduknya adalah Sunni.

Peristiwa ini sama artinya dengan ancaman bagi kedaulatan teritorial Irak dan eskalasi potensi disintegrasi wilayah negara ini dan juga disintegrasi wilayah Suriah. Namun marji taqlid Irak segera merespon krisis ini dengan fatwa bersejarahnya yaitu pembentukan pasukan relawan rakyat. Ayatullah Sistani, mengeluarkan fatwa pembebasan semua wilayah Irak dari pendudukan Daesh tanpa pertimbangan wilayah Sunni atau Syiah, dengan pembentukan pasukan Hashd Al-Shaabi. Kini pasukan tersebut telah merekrut lebih dari 100.000 warga Irak.

Misi terpenting pasukan Hashd Al-Shaabi adalah pemberantasan terorisme Daesh di Irak. Kinerja sukses pasukan ini di samping militer dan polisi Irak, membuat pasukan ini menjadi salah satu pemain penting dalam pemberantasan terorisme. Kinerja sukses ini membuat pasukan Hashd Al-Shaabi berubah menjadi bagian dalam struktur keamanan dan pertananan Irak serta merupakan pasukan yang diakui pemerintah.

Lembaga Carnegie Amerika Serikat dalam sebuah analisa yang ditulis oleh Renda Mansour pada Maret 2016 menyebutkan, pada tahun 2015 hanya 13 persen warga Arab Sunni Irak yang beranggapan bahwa pemerintah pusat Baghdad dapat memberantas teroris Daesh dan mengusirnya dari negara ini serta mengambil alih kontrol seluruh wilayah.

Sementara para teroris Daesh di Irak sekarang sedang menghembuskan nafas terakhir mereka. Dengan kata lain, sekarang hanya sedikit orang yang masih meragukan kemampuan pemerintah pusat Irak dalam memberantas terorisme Daesh serta menjaga kedaulatan teritorialnya. Tidak diragukan lagi, kinerja pasukan Hashd Al-Shaabi sangat berpengaruh besar dalam hal ini.

Tingkat keberhasilan pasukan Hashd Al-Shaabi sedemikian tinggi sehingga berdasarkan keterangan divisi penerangan pasukan ini, dalam kelanjutan operasi pembebasan Mosul Barat, pasukan ini telah sampai ke perbatasan Suriah. Kehadiran pasukan Hashd Al-Shaabi di perbatasan Suriah adalah dalam rangka mencegah relokasi anasir Daesh dari Irak ke Suriah, sehingga Daesh benar-benar dapat diberantas hingga ke akarnya di Irak.

Al-Nouri menegaskan bahwa kehadiran pasukan Hashd Al-Shaabi hingga ke perbatasan dengan Suriah itu berarti nyaris berakhirnya Daesh.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat menekan pemerintah Baghdad agar menarik mundur pasukan Hashd Al-Shaabi dari dekat perbatasan Suriah. Sementara itu, sekjen lembaga Badr Irak, Hadi Al-Amiri mengatakan, Hashd Al-Shaabi tidak akan mengijinkan pihak lain mengganggu operasinya di perbatasan kolektif dengan Suriah.(MZ)