Arab Saudi Cegah Wartawan dan Relawan Memasuki Yaman
-
Anak Yaman
Televisi CNN melaporkan agresor Arab Saudi melarang wartawan media internasional dan staf relawan internasional memasuki Yaman.
Menurut laporan IRIB, televisi CNN seraya mengisyaratkan upaya yang dilakukan selama dua tahun untuk mengunjungi wilayah di Yaman yang rusak akibat perang, menyatakan, Arab Saudi mencegah perilisan gambar tujuh juta manusia termasuk bayi dan anak-anak yang menjadi korban paceklik dan kelaparan di Yaman.
Televisi CNN seraya mengisyaratkan tidak ada yang mendengar teriakan minta tolong rakyat Yaman melaporkan, lebih dari dua tahun perang Arab Saudi di Yaman telah mengakibatkan banyak warga berlindung di kamp pengungsi dan mayoritas bayi menderita gizi buruk.
Masih menurut laporan CNN, warga di kawasan meyakini lawatan bulan Mei 2017 Presiden Amerika Donald Trump ke Riyadh dan kontrak senjata ratusan miliar dolar ke Arab Saudi membuat rezim Al Saud semakin congkak dan perang di Yaman berubah menjadi perang senyap.
Salah satu pejabat PBB kepada CNN mengatakan, Arab Saudi dan anasir Abd Rabbuh Mansur Hadi, presiden Yaman yang mengundurkan diri menolak memberi ijin staf bantuan kemanusiaan internasional dan wartawan memasuki Sanaa, ibukota Yaman.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara Arab miskin ini dari darat, udara dan laut dengan dalih mengembalikan Mansur Hadi ke tampuk kekuasaan. (MF)