Menhan Qatar Instruksikan Militer Siaga Penuh
-
Menhan Qatar, Khalid al-Attiyah
Menteri Pertahanan Qatar, Khalid bin Mohammad Al Attiyah menekankan kesiapan angkatan bersenjata negara ini membela negara dari pergerakan potensial musuh.
IRNA melaporkan, Khalid al-Attiyah Senin (3/7) dini hari seraya menjelaskan bahwa negaranya sepenuhnya siap membela diri menambahkan, negara-negara yang mengisolasi Qatar telah menyusun rencana untuk menggulingkan Emir Tamim bin Hamad Al Thani.
Al-Attiyah saat diwawancarai televisi Sky News Inggris menambahkan, Doha berharap krisis yang ada di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk Persia (P-GCC) tidak akan berujung pada intervensi militer.
Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani sebelumnya mengatakan, negaranya di kawasan cukup stabil dan tidak takut akan intervensi militer Arab Saudi.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir Senin atas desakan Emir Kuwait sepakat memperpanjang ultimatum terhadap Qatar selama 24 jam lagi demi memberi peluang kepada Doha untuk memberikan jawabannya atas 13 tuntutan mereka.
Kesepakatan atas permintaan emir Kuwait ini diambil setelah pemerintah Qatar menyatakan kepada Sheikh Sabah Ahmad bin Al Sabah bahwa surat resmi Doha untuk menjawab permintaan negara-negara Arab telah siap dan hari Rabu akan diserahkan secara resmi kepada Kuwait.
Dari 13 tuntutan yang diajukan Saudi Cs, beberapa di antaranya adalah memutus hubungan diplomatik dengan Iran dan Hizbullah Lebanon, menutup jaringan media Aljazeera juga pangkalan militer Turki di Doha.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir sejak 5 Juni memutus hubungan diplomatik dengan Qatar dengan dakwaan Doha mendukung kelompok teroris. (MF)