Qatar: Tuntutan Arab Saudi Tidak Realistis
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i40538-qatar_tuntutan_arab_saudi_tidak_realistis
Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani Selasa (4/7) menilai 13 syarat yang diajukan oleh Arab Saudi beserta sekutunya kepada Qatar tidak realistis.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Jul 05, 2017 09:29 Asia/Jakarta
  • Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani
    Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani Selasa (4/7) menilai 13 syarat yang diajukan oleh Arab Saudi beserta sekutunya kepada Qatar tidak realistis.

IRIB melaporkan, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di jumpa pers dengan sejawatnya dari Jerman, Sigmar Gabriel di Doha menekankan, menerima 13 syarat Arab Saudi Cs sama artinya dengan berakhirnya kebebasan berpendapat.

Arab Saudi Cs sejak 5 Juni 2017 memutus hubungan diplomatiknya dengan Qatar dan 23 Juni memberikan 13 tuntutan kepada Doha sebagai syarat normalisasi hubungan. Mereka menjelaskan bahwa normalisasi hubungan tersebut hanya dapat dimulai ketika Qatar menerima seluruh syarat yang mereka ajukan.

Syarat terpenting yang diajukan Arab Saudi dan sekutunya kepada Qatar adalah memutus hubungan diplomatik dengan Iran dan Hizbullah, menutup jaringan Aljazeera dan menutup pangkalan militer Turki di Doha.

Menlu Qatar hari Senin saat bertemu dengan Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jabir al-Sabah memberikan surat jawaban Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani terkiat tuntutan empat negara Arab yang mengisolasi Doha. Sementara itu, utusan khusus Emir Kuwait hari Selasa bertolak ke Doha untuk menyerahkan jawaban pemimpin Kuwait atas surat emir Qatar.

Jawaban Doha yang diserahkan kepada Kuwait rencananya hari Rabu (5/7) akan dikaji oleh menlu Arab Saudi Cs di Kairo.

Pasca lawatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump 20 Mei 2017 ke Arab Saudi dan ditandatanganinya kontrak senjata antara Washington dan Riyadh serta pidato Trump di sidang Riyadh, friksi antara Qatar dan Arab Saudi serta negara Arab lainnya semakin transparan. MF)