Menkeu Qatar: Doha Mampu Hadapi Sanksi
-
Ali Shareef al-Emadi, Menteri Keuangan Qatar
Menteri Keuangan Qatar mengatakan, cadangan finansial Qatar memiliki kemampuan untuk menghadapi sanksi.
Ali Shareef al-Emadi menambahkan, Qatar mampu menghadapi blokade ini karena memiliki cadangan keuangan besar hasil penjualan gas alam dan cadangan mata uang asing, di mana 250 persen berasal dari produk domestik bruto.
Selain itu, lanjut al-Emadi, Qatar juga memiliki cadangan devisa di bank sentral negara ini dan cadangan strategis di Kementerian Keuangan.
"Kondisi ekonomi Qatar lebih baik dan dalam kondisi yang lebih kondusif ketimbang (kondisi ekonomi) Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir," ujarnya seperti dilansir IRNA.
Menteri Kuangan Qatar lebih lanjut menyinggung ancaman empat negara Arab pasca jawaban negatif pemerintah Doha terhadap 13 tuntutan keempat negara itu.
"Jika perusahaan-perusahaan terpaksa memilih antara Uni Emirat Arab atau Qatar, banyak dari mereka akan memilih Qatar, sebab, mereka tidak membiarkan masalah politik menghentikan aktivitas mereka," pungkasnya.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada tanggal 5 Juni 2017 atas tuduhan bahwa pemerintah Doha mendukung kelompok-kelompok teroris.
Pada 23 Juni, empat negara Arab itu mengajukan 13 syarat untuk normalisasi hubungan dengan Qatar, di mana tenggat waktunya habis pada tanggal 2 Juli 2017. Namun dengan mediasi Kuwait, tenggat waktu tersebut diperpanjang hingga 48 jam yaitu sampai Selasa malam, 4 Juli 2017.
Tuntutan terpenting Arab Saudi dan sekutunya adalah pemutusan hubungan Qatar dengan Republik Islam Iran dan Hizbullah Lebanon, penghentian penuh jaringan Aljazeera dan penutupan pangkalan militer Turki di Qatar.
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Menlu Qatar pada Senin malam menyerahkan jawaban tertulis Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar terkait syarat-syarat Arab Saudi kepada Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, Emir Kuwait.
Kuwait juga segera menyerahkan jawaban Qatar tersebut kepada Arab Saudi, Mesir, UEA dan Bahrain pada Selasa malam.
Menlu empat negara tersebut kemudian menggelar pertemuan di Mesir pada Rabu, 5 Juli 2017 untuk mengevaluasi jawaban Qatar.
Sameh Sukri, Menlu Mesir pasca pertemuan itu mengatakan, Qatar memberikan jawaban negatif terhadap 13 syarat dari empat negara Arab ini.
Adel al-Jubeir, Menlu Arab Saudi usai pertemuan tersebut juga mengatakan bahwa Riyadh dan sekutunya akan mengambil langkah baru anti-Doha di waktu yang tepat. (RA)