Kerugian Ekonomi Suriah Selama Enam Tahun Perang
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i40946-kerugian_ekonomi_suriah_selama_enam_tahun_perang
Bank Dunia di laporan terbarunya dengan tema "Kerugian Perang; Dampak Ekonomi dan Sosial Bentrokan di Suriah" menyatakan, perang yang berkecamuk di Suriah sejak 2011 hingga ini telah menimbulkan kerugian sebesar 226 miliar dolar Produk Domestik Bruto (PDB) negara ini, yakni empat kali PDB tahun 2010.
(last modified 2026-06-22T19:16:19+00:00 )
Jul 12, 2017 14:44 Asia/Jakarta

Bank Dunia di laporan terbarunya dengan tema "Kerugian Perang; Dampak Ekonomi dan Sosial Bentrokan di Suriah" menyatakan, perang yang berkecamuk di Suriah sejak 2011 hingga ini telah menimbulkan kerugian sebesar 226 miliar dolar Produk Domestik Bruto (PDB) negara ini, yakni empat kali PDB tahun 2010.

Suriah di tahun 2011 seperti negara-negara Arab kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara menyaksikan aksi protes anti pemerintah, namun protes di Damaskus berubah menjadi perang teroris akibat intervensi kekuatan regional dan trans-regional khususnya Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat dan Perancis. Perang terorisme ini hingga kini menewaskan dan menciderai ratusan ribu orang serta memaksa lebih dari 11 juta warga mengungsi baik di dalam maupun ke luar negeri. Namun begitu, ini bukan satu-satunya dampak dari perang yang dipaksakan kepada Suriah. Kerugian ekonomi merupakan salah satu dampak paling penting dari perang ini.

Perang anti terorisme di Suriah menyebabkan kehancuran rumah, jalan, rumah sakit, sekolah dan gedung pemerintah. Daerah pemukiman warga dan pelayanan publik paling banyak mengalamai kerusakan akibat perang ini, karena di perang perkotaan, rumah warga menjadi korban utama. Berdasarkan data yang dirilis UNESCO tahun 2015, hingga akhir tahun 2014 di Aleppo dan Homs, lebih dari 50 persen rumah warga hancur.

Selain itu, perang juga menyebabkan hancurnya sektor industri dan pertanian di Suriah. Berdasarkan sejumlah laporan, sekitar 70 persen sektor industri Suriah hancur akibat perang. Tak hanya itu, perang juga menyebabkan lahan pertanian tidak lagi dapat dimanfaatkan serta sebagian besar peternakan di negara ini musnah. Dalam hal ini, Hafid Ghanim, deputi gubernur bank dunia untuk Timur Tengah dan Afrika Utara menyebutkan bahwa perang di Suriah merusak demografi sosial dan ekonomi negara ini.

Ekonomi Suriah juga mengalami kerusakan berat akibat sanksi yang dijatuhkan negara-negara Barat pimpinan Amerika terhadap Damaskus dan anjloknya nilai mata uang negara ini. Dalam hal ini, juga harus ditambahkan kerugian lain seperti arus migran terpaksa sumber daya manusia dari Suriah.

Tidak ada data yang detail mengenai tingkat kerugian ekonomi yang harus ditanggung Suriah akibat perang. Data yang dirilis petinggi Suriah dan lembaga internasional memiliki perbedaan yang sangat besar. Salah satu petinggi Suriah akhir Mei 2017 menyatakan, hingga akhir tahun 2016, seluruh kerugian langsung yang dialami fasilitas publik dan aset pribadi di Suriah ditaksir lebih dari 14 miliar dolar. Sementara kerugian tak langsung diperkirakan mencapai 70 miliar dolar.

Dengan kata lain, menurut pandangan petinggi Suriah ini, perang anti teroris secara total merugikan negara sekitar 84 miliar dolar. Faris al-Shahabi, ketua Kamar Dagang Suriah pada Maret 2017 menyatakan, kerugian akibat krisis beberapa tahun di Suriah yang dialami sektor industri negara ini melampaui 100 miliar dolar.

Di sisi lain, data yang dirilis sejumlah organisasi internasional dari perang Suriah sekitar tiga kali lipat dari yang dinyatakan petinggi Damaskus. Dalam hal ini, hasil riset institut World Vision yang dirilis akhir tahun lalu menunjukkan bahwa perang di Suriah hingga akhir 2016 mengakibatkan kerugian sekitar 275 miliar dolar, atau 150 kali lipat anggaran kesehatan di Suriah. Sementara data yang dirilis Bank Dunia yang dipublikasikan 10 Juli 2017 mengindikasikan bahwa perang ini menimbulkan kerugian sebesar 226 miliar bagi Damaskus.

Tak diragukan lagi, intervensi pemain asing anti pemerintah Suriah di urusan internal negara ini dan dukungan terhadap kelompok teroris merupakan pemicu kerugian besar bagi negara ini. Namun uniknya negara-negara tersebut, setelah berakhirnya perang anti terorisme di Suriah mengklaim berpartisipasi di rekonstruksi Suriah. Aksi mereka ini demi meraih pendapatan dan keuntungan besar atau untuk mencitrakan rasa kemanusiaan mereka. (MF)