Arti Pengurangan Syarat Saudi untuk Qatar
Empat negara Arab pemberlaku sanksi terhadap Qatar telah mengurangi 13 persyaratan yang diajukan kepada Doha menjadi enam persyaratan.
Abdullah al-Muallemi, Wakil Arab Saudi di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa malam (18/7) menggelar konferensi pers di markas PBB di New York dan mengatakan, "Empat negara penjatuh sanksi terhadap Qatar, menekankan komitmen Doha pada enam persyaratan utama yang telah disepakati pada sidang 5 Juli di Kairo. Keenam persyaratan tersebut di antaranya pemberantasan terorisme dan radikalisme, penghentian bantuan finansial dan perlindungan terhadap kelompok-kelompok teroris, penghentian seluruh provokasi serta pernyataan yang dibarengi dengan provokasi kebencian dan kekerasan."
Sekarang pertanyaannya adalah apakah pengurangan persyaratan tersebut berarti mengendurnya Arab Saudi dan tiga negara sekutunya di hadapan Qatar atau ini adalah taktik baru anti-Doha?
Telah berlalu 45 hari sejak gejolak antara Qatar dan Arab Saudi dimulai. Gejolak tersebut dimulai dengan taktik keliru Arab Saudi dan tiga negara Arab sekutunya yang beranggapan bahwa politik ultimatum, sanksi dan blokade dapat memaksa Qatar memehumi permintaan mereka.
Di lain pihak, pemerintah Qatar juga meningkatkan kerjasama militer dan ekonominya dengan Turki dan Republik Islam Iran. Tidak hanya itu, Qatar juga menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat soal pemberantasan terorisme dan sumber-sumber finansialnya. Aksi-aksi Qatar ritu sama dengan memompa berlanjutnya gejolak yang sama sekali tidak menguntungkan kepentingan Arab Saudi dan sekutunya.
Namun dihadapkan pada reaksi Qatar, Arab Saudi dan sekutunya semakin marah. Pengurangan 13 poin persyaratan menjadi enam itu, sejatinya adalah taktik baru Arab Saudi untuk menggapai beberapa tujuan. Pertama adalah menghentikan gejolak dan friksi. Kedua adalah mengakhiri perjuangan Qatar untuk independen. Dan tujuan ketiga adalah menghentikan pemanfaatan rival-rival politik Saudi di kawasan dalam memanfaatkan gejolak yang muncul. Namun secara keseluruhn dapat dikatakan bahwa taktik baru itu sama artinya dengan pengakuan kolektif Arab Saudi dan tiga sekutunya atas politik keliru mereka di hadapan Qatar.
Masalah lainnya adalah bahwa pengurangan persyaratan itu juga dapat didefinisikan sebagai taktik baru anti-Qatar. Karena fokus enam persyaratan baru itu sepenuhnya terkait masalah terorisme. Dengan kata lain, negara-negara pemberlaku sanksi yang sebelumnya mengklaim Doha mendukung terorisme sedang mengulang kembali klaim mereka melalui persyaratan terbaru tersebut. Meski demikian pemerintah Qatar menolak tuduhan tersebut dan bahkan mempublikasikan bukti-bukti dukungan Arab Saudi terhadap terorisme.
Secara keseluruhan harus dikatakan bahwa pengurangan persyaratan negara-negara pemberlaku sanksi Qatar itu adalah taktik baru untuk kembali menekankan tuduhan bahwa Qatar mendukung terorisme.(MZ)