Perubahan Syarat Saudi terhadap Qatar
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i41358-perubahan_syarat_saudi_terhadap_qatar
Empat negara Arab yang menjatuhkan sanksi terhadap Qatar baru-baru ini menurunkan persyaratan yang diajukan kepada Doha dari 13 menjadi enam saja.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Jul 20, 2017 13:06 Asia/Jakarta

Empat negara Arab yang menjatuhkan sanksi terhadap Qatar baru-baru ini menurunkan persyaratan yang diajukan kepada Doha dari 13 menjadi enam saja.

Duta besar Arab Saudi untuk PBB, Abdullah Al-Mualimi dalam konferensi pers di markas PBB di New York hari Selasa (18/7) mengatakan, "Empat negara yang menjatuhkan sanksi terhadap Qatar  sepakat untuk meminta Qatar berkomitmen terhadap enam prinsip yang ditegaskan dalam pertemuan lima Juli di Kairo. Enam prinsip ini meliputi komitmen terhadap pemberantasan terorisme dan ekstremisme, menghalangi dukungan finansial ataupun menciptakan zona aman bagi kelompok-kelompok teroris, dan menangguhkan semua aksi provokasi, maupun penyampaian statemen yang akan menyulut kebencian disertai kekerasan."

Pertanyaannya, apakah penurunan syarat tersebut merupakan sebuah sikap mundur Arab Saudi dan tiga negara sekutunya terhadap Qatar, ataukah teknik baru yang sedang dilancarkan terhadap Doha?

Friksi antara Qatar dan Arab Saudi yang dibarengi dukungan tiga negara Arab terhadap kebijakan Riyadh memusuhi Doha telah berlalu lebih dari 45 hari. Di satu sisi, sikap terbaru Arab Saudi yang diamini Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir terhadap Qatar menunjukkan kesalahan teknik yang dilakukan keempat negara Arab itu terhadap Doha. Sebab, keempat negara itu keliru mengkalkulasi reaksi Qatar terhadap persyaratan yang mereka ajukan untuk mencabut sanksi.

Mereka mengira Doha akan menyerah terhadap tuntutannya dalam bentuk 13 persyaratan. Tapi, reaksi Qatar bukan hanya tidak mematuhi deretan persyaratan tersebut,  bahkan lebih jauh memandangnya sebagai bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan dan kepentingan nasional negaranya.

Di luar prediksi Riyadh dan sekutunya, Doha justru menjalin kerja sama militer dengan Turki dan ekonomi dengan Republik Islam Iran untuk menghadapi tekanan sanksi keempat negara Arab. Selain itu, Qatar juga menjalin kesepakatan pemberantasan terorisme dan sumber finansialnya dengan AS. Sikap Qatar tersebut mengindikasikan kesiapan negaranya menghadapi tekanan Riyadh dan mitranya, sekaligus memicu kemarahan Arab Saudi melebihi sebelumnya. Masalahnya, Riyadh tidak bisa melakukan sesuatu lebih dari itu. Kini, yang bisa dilakukan hanya menurunkan  jumlah persyaratan  dari 13 menjadi enam buah.

Perubahan sikap Riyadh dan sekutunya terhadap Qatar menunjukkan adanya strategi mundur dan pengakuan terhadap kesalahan teknis sebelumnya. Di sisi lain,  keenam persyaratan yang diajukan empat negara Arab terhadap Qatar terfokus pada masalah terorisme. Dengan kata lain, Arab Saudi bersama Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir kembali mengulang tudingan mengenai dukungan Qatar terhadap terorisme sebagaimana persyaratan sebelumnya. Sementara itu, pemerintah Qatar berulangkali membantah tudingan tersebut, bahkan balik menyebut Arab Saudi sebagai pendukung terorisme. Doha juga membantah tudingan Riyadh dengan bersandar pada sejumlah kesepakatan terkait, termasuk kesepakatan yang ditandatangani negara ini dengan AS dalam lawatan menlu AS, Rex Tillerson ke Doha yang menegaskan saat ini dan sebelumnya Qatar tidak mendukung terorisme.

Secara umum bisa dikatakan bahwa penurunan persyaratan yang ditetapkan empat negara Arab terhadap Qatar dari 13 menjadi enam menunjukkan sikap mundur sebagai pendekatan pertama. Kemudian mereka melancarkan teknik baru untuk menegaskan tudingan Qatar sebagai pendukung terorisme. Tampaknya, stratetegi mundur lebih dominan dari propaganda tudingan dukungan Qatar terhadap terorisme.