Qatar Bantah Klaim Baru Saudi
-
Bendera Qatar
Direktur Kantor Komunikasi Pemerintah Qatar menyebut klaim-klaim baru empat negara Arab yang mengembargo Doha sebagai bohong dan "mengecewakan."
Seperti dilansir AFP, Rabu (26/7/2017), Sheikh Hamad bin Salim Al Thani mengatakan, daftar baru yang dipublikasikan Arab Saudi dan sekutunya tentang lembaga-lembaga dan orang-orang yang dikaitkan dengan kelompok-kelompok teroris yang didukung Qatar adalah palsu.
Ia menambahkan, negara-negara ini alih-alih memberantas terorisme, namun jutru mengadopsi langkah penghinaan terhadap Qatar dan merusak citra negara ini.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir telah memberlakukan sanksi-sanksi terhadap Qatar atas tuduhan dukungan negara ini kepada teroris.
Empat negara tersebut baru-baru ini juga mempublikasikan sebuah daftar dan mengumumkan bahwa lembaga-lembaga dan orang-orang yang disanksi secara langsung maupun tidak langsung memiliki hubungan dengan para pejabat Doha.
Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir memasukkan sembilan lembaga dan sembilan individu yang memiliki hubungan dengan Qatar ke dalam daftar sanksi baru mereka.
Keempat negara tersebut telah memberikan beberapa syarat kepada Qatar untuk kelanjutan hubungan mereka dengan negara ini.
Di antara syarat itu adalah penutupan pangkalan militer Turki di Qatar, pemutusan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin dan penghentian jaringan Aljazeera, namun pemerintah Doha telah menolak tuntutan-tuntuta tersebut. (RA)