Assad: Suriah Menghadapi Terorisme yang Berbahaya
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i42030-assad_suriah_menghadapi_terorisme_yang_berbahaya
Presiden Suriah mengatakan bahwa negaranya sedang menghadapi kelompok-kelompok teroris yang di dalam sejarah hingga sekarang belum ada yang serupa dengan mereka dari segi perluasan, kebencian dan kejahatannya.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Aug 01, 2017 12:40 Asia/Jakarta
  • Bashar al-Assad, Presiden Suriah
    Bashar al-Assad, Presiden Suriah

Presiden Suriah mengatakan bahwa negaranya sedang menghadapi kelompok-kelompok teroris yang di dalam sejarah hingga sekarang belum ada yang serupa dengan mereka dari segi perluasan, kebencian dan kejahatannya.

Bashar al-Assad mengatakan hal itu dalam wawancara dengan majalah Jaish al-Shaab (Tentara Rakyat) bertepatan dengan HUT ke-72 pembentukan militer Suriah.

Seperti dilansir IRIB, Selasa (1/8/2017), Assad menilai teroris Takfiri sebagai musuh bersejarah Suriah, dimana teroris ini berusaha mendominasi semua wilayah Suriah dengan dukungan komprehensif negara-negara regional dan trans-regional.

Presiden Suriah juga menyinggung prestasi berharga negaranya di bawah perlawanan Suriah. Ia menjelaskan, di bawah perlawanan militer, dukungan rakyat dan darah suci para korban, prestasi-prestasi Suriah dalam perang melawan terorisme akan terus diraih.

Assad menilai Suriah sebagai jantung kawasan dan poros utama Timur Tengah. Ia mengatakan, mililter Suriah sedang menciptakan epik lain dari epik-epik martabat, kemulian dan kebanggaan dan menggambarkan cakrawala kemenangan yang semakin dekat dengan keteguhan dan tekad mereka.

Krisis keamanan Suriah meletus pada tahun 2011 menyusul serangan luas kelompok-kelompok teroris dan Takfiri yang didukung oleh Arab Saudi, Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Turki. Mereka berusaha menggulingkan pemerintahan sah Bashar al-Assad, Presiden Suriah.

Kelompok-kelompok teroris dukungan Barat dan sekutunya telah melakukan berbagai kejahatan mengerikan di Suriah yang menyebabkan ribuan orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi. (RA)