PBB: Gaza Tempat Paling Maut di Dunia bagi Jurnalis
-
Wartawan yang gugur di Jalur Gaza
Pars Today - Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB menegaskan bahwa Jalur Gaza telah berubah menjadi titik paling berbahaya di dunia bagi aktivitas para jurnalis dan wartawan.
Dilansir IRNA, 4 Mei 2026, lembaga internasional ini dalam sebuah unggahan di media sosial X menyambut Hari Kebebasan Pers Sedunia (3 Mei) menyatakan, "Jalur Gaza adalah tempat paling berbahaya di seluruh dunia bagi para jurnalis."
Kantor HAM PBB dalam pesan tersebut menyerukan kepada seluruh negara di dunia untuk bertindak melampaui sekadar kecaman atau pernyataan solidaritas demi menjamin keselamatan para aktivis media.
Lembaga ini menekankan pentingnya menciptakan mekanisme akuntabilitas, perlindungan fisik bagi jurnalis, serta membuka akses yang bebas dan independen bagi media internasional ke Jalur Gaza.
Volker Türk, Komisaris Tinggi HAM PBB, mengkritik keras situasi yang ada dan menyatakan, "Perang (rezim) Israel di Gaza telah menjadi perangkap maut bagi media."
Ia mencatat bahwa kantornya telah mengonfirmasi terbunuhnya hampir 300 jurnalis dan staf media sejak konflik dimulai pada Oktober 2023 hingga kini.
Türk juga mengatakan bahwa jumlah korban luka di kalangan profesi ini jauh melampaui angka-angka resmi yang dipublikasikan.
Gaza bukan hanya neraka bagi warga sipil, tetapi juga tempat paling mematikan di dunia bagi jurnalis. Hampir 300 wartawan tewas, PBB menyebutnya "perangkap maut". Dunia tidak boleh hanya sekadar mengecam, melindungi mereka yang menyuarakan kebenaran adalah keharusan, bukan pilihan.(sl)