Saudi Ijinkan Bandara Sanaa Dibuka Jika Dikelola PBB
-
Bandara Udara Sanaa di Yaman
Turki bin Saleh al-Maliki, juru bicara koalisi Arab yang menyerang Yaman menyatakan, pembukaan kembali bandara udara Sanaa diijinkan jika kawasan ini dikelola oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
Menurut laporan televisi al-Alam, Turki bin Saleh al-Maliki meminta PBB bertanggung jawab atas pengelolaan keamanan bandara udara Sanaa dan menjamin kekhawatiran pemerintahan Abd Rabbuh Mansur Hadi.
Saleh al-Maliki mengklaim, alasan penutupan bandara internasional Sanaa adalah kekhawatiran atas keamanan penerbangan sipil dan mencegah penyelundupan senjata oleh Ansarullah.
Sementara itu, Ismail Ould Cheikh Ahmed, utusan khusus PBB untuk Yaman Kamis (10/8) menuntut pembukaan kembali bandara udara Sanaa untuk meringankan penderitaan warga Yaman.
15 kelompok bantuan kemanusiaan hari Rabu (9/8) meminta pihak-pihak yang bertikai di Yaman untuk membuka kembali bandara udara utama negara ini.
Kelompok bantuan kemanusiaan memperingatkan, penutupan bandara udara Yaman menjadi penghalang terbesar pengiriman bantuan kemanusiaan dan menghalangi pasien untuk berobat ke luar negeri serta menjalani perawatan medis.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Yaman sejak Maret 2015 dengan dalih mengembalikan Abd Rabbuh Mansur Hadi ke tampuk kekuasaan dan menutup bandara udara Sanaa pada Agustus 2016. (MF)