Arab Saudi Akui Kekalahannya di Suriah
-
Syeikh Naim Qassem
Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon, Syeikh Naim Qassem, menilai persetujuan Menlu Arab Saudi dengan pembentukan zona reduksi ketegangan di Suriah sebagai pengakuan kekalahan Arab Saudi.
Menurut laporan IRNA, Syeikh Naim Qassem, Ahad malam (10/9/2017) dalam wawancara dengan televisi al-Manar Lebanon mengatakan, "Arab Saudi sedang melalui hari-hari sulit karena kegagalan berbagai programnya di kawasan."
Ditambahkannya bahwa kemenangan poros muqawama di Suriah akan terus berlanjut.
Menlu Arab Saudi, Adel al-Jubeir, pada hari Ahad dalam konferensi pers bersama sejawatnya dari Rusia di Jeddah, setelah enam tahun para teroris gagal menggulingkan pemeritahan Bashar al-Assad, Presiden Suriah, menyatakan bahwa Riyadh menyetujui pembetukan zona reduksi friksi di Suriah.
Hingga kini telah digelar lima perundingan tingkat tinggi di Astana, ibukota Kazakhstan, yang dihadiri delegasi pemerintah Suriah dan oposisi bersenjata yang menerima gencatan senjata komprehensif, serta Iran, Rusia dan Turki sebagai mendiator perdamaian di Suriah.
Hasil utama perundingan tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman untuk menciptakan zona aman di Suriah. Perundingan itu digelar atas inisiatif Republik Islam Iran dengan kerja sama Rusia dan Turki, demi mewujudkan perdamaian di Suriah.(MZ)