Tiga Warga Lebanon Mengaku Jadi Mata-Mata Mossad
-
Mossad
Tiga warga Lebanon mengaku menjalin kontak rahasia dengan para perwira di Dinas Intelijen Israel (Mossad) dan memberikan informasi kepada mereka.
Alalam yang mengutip laporan televisi al-Manar Lebanon menyebutkan, para anggota sindikat Lebanon tersebut punya misi mengumpulkan informasi tentang Hizbullah.
Abbas Mustafa Salamah, bekerjasama dengan rezim Zionis sejak 2015, dan menjalin hubungan dengan Mossad melalui media sosial. Mengirim foto sejumlah wilayah di selatan Lebanon, informasi terkait pangkalan militer pemerintah atau faksi, serta keterangan terperinci soal tokoh politik dan partai, yang akan menjadi sasaran teror, juga termasuk di antara misi Salamah .
Kamal Ajwad Hassan, seorang mata-mata lain untuk Israel telah bekerjasama dengan Mossad sejak 2011. Dia telah menjalin kontak hubungan dengan juru bicara resmi militer Lebanon. Dia juga mengaku menjalin kontak dengan Yusuf Fakhr seorang mata-mata Mossad yang dikenal dengan panggilan "Cowboy".
Adapun orang ketiga adalah Karm Akram Idris yang mulai menjadi mata-mata Israel sejak 2015. Misinya adalah memberikan informasi dan foto-foto soal pusat-pusat artileri Hizbullah di wilayah al-Qasir, Suriah dan sejumlah wilayah di provinsi Bekaa, Lebanon.
Ketiganya ditangkap pasukan keamanan Lebanon pada 7 Oktober 2017.(MZ)