Untuk Kedua Kalinya, Saudi Gagal Menjadi Anggota Dewan IMO
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i47589-untuk_kedua_kalinya_saudi_gagal_menjadi_anggota_dewan_imo
Arab Arab Saudi gagal kembali untuk menjadi anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization) atau IMO meskipun negara ini telah melakukan upaya luas untuk mencapai tujuan tersebut.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Des 02, 2017 12:42 Asia/Jakarta
  • Bendera Arab Saudi.
    Bendera Arab Saudi.

Arab Arab Saudi gagal kembali untuk menjadi anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization) atau IMO meskipun negara ini telah melakukan upaya luas untuk mencapai tujuan tersebut.

Seperti dilansir IRNA, Sabtu (2/12/2017), Arab Saudi dalam sidang pemilihan yang berlangsung pada Jumat petang, 1 Desember di London, Inggris gagal untuk meraih suara yang cukup untuk menjadi anggota Dewan IMO.

Sepekan sebelum pemilihan Dewan IMO, Arab Saudi telah berusaha menarik suara dari berbagai negara dengan cara menyumbangkan 1 juta  dolar untuk dana kerjasama teknis IMO, namun upaya Riyadh tersebut tidak membuahkan hasil.

Ini adalah kegagalan kedua Arab Saudi untuk menjadi anggota Dewan IMO dan sekaligus menunjukkan seberapa jauh negara ini dalam isolasi dan tidak memiliki reputasi yang layak di masyarakat internasional.

Pemilihan anggota baru Dewan IMO dilakukan di sela-sela Sidang Majelis IMO ke-30 yang berlangsung pada 27 November – 6 Desember 2017 di London, Inggris. 40 negara telah terpilih sebagai anggota Dewan IMO.

Sidang IMO.

IMO yang memiliki 172 anggota adalah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pelayaran dan pencegahan pencemaran laut oleh kapal. Dewan IMO merupakan organ eksekutif organisasi yang bertanggung jawab untuk mengawasi kerja dan kinerja organisasi. Dewan dipilih untuk jangka waktu dua tahun.

Terdapat tiga kategori Anggota Dewan IMO yaitu Kategori A, B, dan C. Anggota Dewan pada Kategori A merupakan 10 negara anggota dengan armada terbesar. Kategori B merupakan 10 negara lain dengan kepentingan terbesar dalam penggunaan jasa pelayaran. Kategori C adalah 20 negara yang tidak termasuk dalam anggota kategori A dan B, namun memiliki kepentingan khusus dalam transportasi laut atau navigasi dan yang pemilihannya ke dalam anggota Dewan akan memastikan keterwakilan semua daerah geografis utama di dunia. (RA)