Menlu Lebanon: Baitul Maqdis Jangan Berada di Tangan Israel !
-
Gebran Bassil
Menteri Luar Negeri Lebanon, Gebran Bassil menyatakan Baitul Maqdis jangan dibiarkan berada dalam cengkeraman rezim apartheid Israel.
Menlu Lebanon menilai keputusan terbaru Trump mengakui secara resmi Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel sebagai tindakan ahistoris
Bassil menjelaskan, keputusan AS ini akan gagal dan tidak membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan Washington dan Tel Aviv.
"Baitul Maqdis dihormati oleh seluruh bangsa Muslim, dan mereka tidak akan membiarkannya berada di tangan rezim apartheid Israel," ujar menlu Lebanon.
Sebelumnya, kementerian luar negeri Lebanon memprotes pernyataan resmi sidang tingkat menlu Liga Arab mengenai keputusan terbaru Donald Trump tentang Baitul Maqdis.
Sidang tingkat menteri luar negeri Liga Arab berlangsung dua hari dari hari Sabtu dan Minggu di Kairo untuk menyikapi keputusan Presiden AS, Donald Trump yang mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota rezim Zionis Israel.
Keputusan final pertemuan negara-negara Arab ini hanya menyerukan supaya Trump menangguhkan keputusannya tersebut.
Menlu Lebanon mendesak sikap lebih tegas negara-negara Arab terhadap AS.
Gebran Bassil menegaskan urgensi aksi nyata dan tegas seperti sanksi finansial dan ekonomi terhadap AS, selain langkah diplomatik yang diambil Liga Arab.
Di saat sejumlah negara Arab mengeluarkan sikap tegas terhadap keputusan terbaru Trump dalam masalah Baitul Maqdis, ironisnya Liga Arab justru bersikap lemah dalam pernyataan bersama sidang tingkat menlu terbaru.(PH)