Menlu Rusia: AS Melatih Mantan Teroris di Suriah
-
Sergei Lavrov
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan Moskow prihatin dengan laporan terbaru ini bahwa AS melatih mantan anggota kelompok teroris di Suriah.
Lavrov dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Russia Today pada Senin (25/12/2017) mengatakan, informasi yang menyebutkan bahwa beberapa pangkalan militer AS di Suriah telah mulai melatih militan, termasuk mantan anggota kelompok teroris itu, cukup mengkhawatirkan.
Ditambahkannya bahwa misi anti-teroris tidak boleh digunakan untuk menggulingkan pemerintah atau memajukan agenda sendiri.
"Upaya untuk mengeruk keuntungan dari misi anti-teroris - yang seharusnya umum, terpadu dan tanpa standar ganda – itu cukup mengganggu," tegas Lavrov.
Awal bulan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Amerika Serikat menutup mata terhadap informasi yang diberikan oleh Moskow tentang teroris Suriah yang bepergian ke negara tetangga Irak dengan harapan agar militan ini kemudian dapat digunakan untuk berperang melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Dia juga memperingatkan upaya semacam itu untuk menggunakan militan untuk tujuan politik akan meningkatkan ancaman jangka panjang.
Pada tanggal 16 Desember, Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah juga menuduh AS melatih anggota Pasukan Suriah Baru, yang terdiri dari berbagai kelompok teroris, di sebuah kamp pengungsi di dekat kota Shaddadah di provinsi Hasakah, timur laut Suriah.
Kelompok tersebut dilaporkan terdiri dari sisa-sisa kelompok teroris Daesh Takfiri, Front al-Nusrah dan sejumlah kelompok teroris lain.(MZ)