Reaksi Suriah atas Serangan Militer Turki ke Kota Afrin
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i50217-reaksi_suriah_atas_serangan_militer_turki_ke_kota_afrin
Kementerian Luar Negeri Suriah, Sabtu (20/1) malam mengecam keras serangan Turki ke kota Afrin di utara Suriah dan menegaskan bahwa serangan Turki itu jelas-jelas melanggar kedaulatan nasional Suriah.
(last modified 2026-06-14T18:16:20+00:00 )
Jan 21, 2018 14:00 Asia/Jakarta
  • pasukan Turki
    pasukan Turki

Kementerian Luar Negeri Suriah, Sabtu (20/1) malam mengecam keras serangan Turki ke kota Afrin di utara Suriah dan menegaskan bahwa serangan Turki itu jelas-jelas melanggar kedaulatan nasional Suriah.

Turki sebelumnya juga menggelar operasi militer "Perisai Eufrat" di utara Suriah. Pemerintah Turki meyakini, kelompok-kelompok Kurdi termasuk Partai Uni Demokratik Kurdi Suriah, PYD dengan dukungan beberapa pihak asing termasuk Amerika Serikat dan Partai Buruh Kurdistan, PKK sedang berusaha mendirikan negara atau zona independen Kurdi di utara Suriah dan selatan perbatasan Turki.

Isu ini dimunculkan setelah koalisi internasional pimpinan Amerika yang mengaku memerangi Daesh mengumumkan, Washington berusaha membentuk sebuah "pasukan keamanan perbatasan" di wilayah-wilayah yang dikuasai Kurdi Suriah yang terdiri dari 30 ribu tentara.

Terkait hal ini, seorang pengamat politik Arab percaya bahwa persaingan Amerika dan Turki di Suriah sudah semakin sengit. Makram Jamil Khoury sehubungan dengan perkembangan di Suriah mengatakan, Amerika dan Turki bersaing menjalankan kebijakan khususnya di Suriah, namun sebagian kebijakan itu saling kontradiksi.

Haitham Hassoun, seorang pakar militer dan strategi Suriah, dalam wawancara dengan stasiun televisi Alalam terkait intervensi Amerika dan Turki di utara Suriah menuturkan, strategi dan kebijakan Amerika dan Turki di Suriah sudah berubah. Kedua negara berkesimpulan, Daesh sudah tidak bisa lagi bekerja untuk mereka, maka dari itu masing-masing berusaha hadir langsung di utara dan timur Suriah.

Intervensi Amerika dan Turki yang muncul dari ketamakan dan kepentingan khusus keduanya, sebagiannya saling kontradiksi dan berujung dengan rivalitas sengit yang akan semakin meningkatkan bahaya dan langkah destruktif pihak-pihak yang mengintervensi Suriah.

pasukan PYD

Di balik tujuan Amerika dari persaingan dengan Turki di Suriah, ada sejumlah skenario yang mungkin. Skenario pertama yang bisa menggambarkan tujuan asli Amerika adalah menekan Turki sehingga menaikkan posisinya di atas negara ini. Pasalnya, Turki dalam beberapa waktu terakhir mengambil kebijakan yang sejalan dengan Iran dan Rusia, dan Amerika bermaksud membalikkan kembali dukungan Ankara kepadanya dengan berbagai cara.

Skenario lain adalah, Amerika secara lisan menentang kemerdekaan Kurdistan Irak, tapi pada akhirnya negara itu berusaha memisahkan Kurdistan dari Suriah dan mempersiapkan kondisi untuk mempropagandakan isu Kurdistan Raya di Suriah dengan tujuan memecah belah negara itu.

Putaran baru manuver mencurigakan Amerika dan Turki di Suriah bukan tidak ada hubungannya dengan perkembangan terbaru di Suriah dan kesiapan negara itu untuk memasuki fase pasca Daesh atau secara umum fase pasca terorisme. Kesuksesan-kesuksesan Suriah dalam memerangi kelompok-kelompok teroris dukungan Barat dan beberapa negara kawasan seperti Arab Saudi dan Turki, telah membuka peluang menciptakan keamanan dan memulihkan ketenangan di Suriah.

Hal ini jelas tidak disukai Barat dan negara-negara seperti Turki, terutama karena kondisi semacam ini tidak lagi bisa jadi dalih untuk melanjutkan kehadiran militer mereka di Suriah. Maka dengan berbagai cara, mereka berusaha menciptakan ketidakamanan baru dan menyusun rencana menyerang Suriah selain juga untuk merusak perimbangan kekuatan sehingga berbalik menguntungkannya.

Dalam pandangan pemerintah dan rakyat Suriah, bahaya teroris dan negara-negara agresor semacam Amerika dan Turki, bagi Suriah seperti dua sisi mata uang yang sama. Semakin intensifnya manuver militer Turki di Suriah dan pelanggaran luas atas kedaulatan negara ini terjadi padahal Turki berdasarkan perjanjian Moskow (kesepakatan bersama Rusia, Turki dan Iran) dan perundingan Astana, sepakat untuk menghormati integritas teritorial Suriah. (HS)