Suriah: Serangan Israel Bertujuan Membantu Teroris
-
Suriah
Suriah menyatakan bahwa serangan udara Israel terbaru dan 1.000 serangan roket dan mortir yang dilakukan oleh militan di berbagai lokasi di negara Arab itu merupakan bukti kolaborasi rezim Tel Aviv dengan para teroris.
Dalam sebuah surat yang dilayangkan kepada Sekjen PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB pada Rabu (07/2/2018), Kementerian Luar Negeri Suriah menekankan bahwa berlanjutnya serangan Israel hanya bertujuan mendukung kelompok-kelompok teroris dan guna memperpanjang krisis di Suriah.
"Pemerintah Republik Arab Suriah mengulangi peringatannya kepada Israel mengenai dampak serius serangannya terhadap Suriah, dukungan kepada kelompok teroris, dan berlanjutnya pendudukan wilayah Suriah termasuk Golan, dan bahwa Damaskus sepenuhnya menilai Israel bertanggung jawab," demikian disebutkan dalam surat tersebut.
Lebih lanjut, surat itu juga mengutuk serangan terbaru rezim Tel Aviv di mana pesawat Israel meluncurkan rudal dari wilayah udara Lebanon ke sebuah daerah di daerah pinggiran Damaskus.
Sebelumnya, Militer Suriah mengumumkan kesiapan Angkatan Bersenjata negara ini untuk membela negaranya. Penegasan ini disampaikan militer Suriah tidak lama setelah serangan rudal rezim Zionis Israel ke pinggiran Damaskus.
Menurut laporan kantor berita SANA, komando militer suriah dalam sebuah pernyataan pada Rabu (7/2/2018) membenarkan serangan Israel ke Damaskus, ibukota Suriah, di mana serangan rudal ini dilancarkan dari wilayah Lebanon.
"Serangan rudal ini menarget salah satu pangkalan militer Suriah di pinggiran Damaskus, namun sistem pertahanan rudal negara ini berhasil menggagalkan mayoritas rudal yang ditembakkan," kata pernyataan tersebut.
Disebutkan pula bahwa Angkatan Bersenjata Suriah memiliki kemampuan untuk menghadapi segala bentuk agresi dan menggagalkannya, bahkan akan melanjutkan perjuangan mereka dalam menumpas terorisme.(MZ)