Ingin Beli Sistem Rudal S-400 Rusia, Irak Diancam AS
-
Sistem rudal S-400 Rusia.
Menteri Luar Negeri Irak, Ibrahim al-Jaafari mengatakan Baghdad akan mengkaji rencana pembelian sistem rudal S-400 dari Rusia.
Menurut laporan IRNA, al-Jaafari dalam sebuah konferensi pers di Baghdad, Rabu (28/2/2018) menuturkan, Irak berusaha untuk memperoleh senjata demi memperkuat keamanan dan angkatan bersenjatanya dengan menghormati kewajiban regional dan internasional.
"Sejauh ini belum ada keputusan pasti untuk membeli sistem rudal Rudal S-400 dari Rusia," tegasnya.
Pada 22 Februari, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert memperingatkan pemerintah Irak mengenai konsekuensi dari kemungkinan pembelian sistem rudal S-400 dari Rusia.
"AS telah berbicara dengan banyak negara, termasuk Irak tentang isi undang-undang "Menangkal Musuh Amerika melalui Sanksi" (CAATSA) dan konsekuensi dari kontrak militer mereka dengan Rusia," tandasnya.
CAATSA secara resmi dilaksanakan pada 29 Januari 2018, undang-undang ini memungkinkan pemerintah AS untuk memberi sanksi kepada negara ketiga, yang menandatangani kontrak dengan perusahaan-perusahaan sektor militer Rusia.
Aturan ini secara khusus menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, Korea Utara dan Iran. (RM/PH)