Kemenlu Palestina: Dunia Cari Mekanisme Baru Gagalkan Veto AS
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i54666-kemenlu_palestina_dunia_cari_mekanisme_baru_gagalkan_veto_as
Kementerian Luar Negeri Palestina Sabtu malam (07/4) dalam sebuah pernyataan meminta kepada masyarakat internasional agar mencarikan mekanisme baru untuk menggagalkan veto Amerika di Dewan Keamanan PBB soal kejahatan rezim zionis Israel.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 08, 2018 05:27 Asia/Jakarta
  • Kemenlu Palestina
    Kemenlu Palestina

Kementerian Luar Negeri Palestina Sabtu malam (07/4) dalam sebuah pernyataan meminta kepada masyarakat internasional agar mencarikan mekanisme baru untuk menggagalkan veto Amerika di Dewan Keamanan PBB soal kejahatan rezim zionis Israel.

Menurut laporan IRNA, dalam pernyataan yang dikeluarkan Kemenlu Palestina disebutkan, ketika masyarakat internasional tidak menemukan mekanisme untuk menghadapi veto AS di DK-PBB, maka dewan ini hanya akan menjadi alat melayani pembelaan buta AS atas penjajah.

Kemenlu Palestina mengecam veto hari Jumat malam Amerika atas pernyataan pers DK-PBB soal Jaluar Gaza seraya menyatakan, sikap pembelaan Amerika atas penjajah menunjukkan dukungan yang ditargetkan dan untuk menutup kejahatan yang dilakukan Zionis Israel terhadap warga teraniaya Palestina dalam pawai akbar "Hak Kembali" di Gaza.

Amerika Jumat malam untuk kedua kalinya mencegah dikeluarkannya pernyataan usulan Kuwait di DK-PBB yang mengecam kekerasan rezim zionis Israel terhadap para demonstran di Jalur Gaza.

Dewan Keamanan PBB

Pernyataan usulan Kuwait menuntut dilakukannya investigasi segera dan independen terkait pembantaian warga Palestina oleh militer zionis di pawai "Hak Kembali".

Ribuan warga Palestina pada 30 Maret dalam peringatan ke-42 Hari Tanah dalam aksi demo damai "Hak Kembali" bergerak menuju perbatasan Jalur Gaza dengan Palestina pendudukan, tapi kemudian aksi ini diserbu oleh militer Israel. Di hari itu, sedikitnya 17 warga Palestina gugur syahid dan lebih dari 1.400 orang cedera.

Pada hari Jumat  (06/4) demonstrasi "Hak Kembali" memasuki hari kedelapan dan puluhan warga Palestina gugur syahid akibat tertembak militer Israel dan lebih dari 1.300 orang cedera.

Selama sembilan hari pawai damai ini hingga kini 31 warga Palestina gugur syahid tertembak peluru militer Zionis Israel dan lebih dari 3.000 orang cedera.