Tantang Perangi Iran, Saudi Layani Kepentingan AS
-
Muhammad bin Salman
Wakil Sekjen Organisasi Nujaba Irak, Yusuf al-Naseri menilai pernyataan terbaru Putera Mahkota Arab Saudi sebagai upaya untuk menutupi kekalahannya menghadapi front muqawama (resistensi).
Mehr News melaporkan, Yusuf al-Naseri dalam wawancaranya dengan Televisi AFAQ menilai Putera Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS) tidak tahu banyak masalah agama, dan tindakannya hanya melayani kepentingan adidaya, terutama AS.
Ditambahkannya, rezim al-Saud sangat khawatir dengan rudal-rudal yang ditembakkan dari Yaman, dan Riyadh segera mengumumkan hubungannya dengan Tel Aviv untuk menebus kekalahan dalam perang Yaman.
Al-Naseri menilai, jika Arab Saudi menyulut perang dengan Iran, maka hal itu sama saja dengan mempercepat kehancurannya. Menurut pejabat Irak ini, di akhir perang tersebut rezim monarki Al Saud akan terguling, dan era baru demokrasi akan dimulai di Arab Saudi.(MZ/PH)