Penasihat Presiden Suriah Reaksi Ancaman Trump
-
Bouthaina Shaaban
Penasihat presiden Suriah untuk urusan media mereaksi kemungkinan serangan Amerika Serikat ke negaranya dan menilai perimbangan konflik di masa mendatang akan menguntungkan Suriah.
Bouthaina Shaaban mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan jaringan televisi Lebanon, al-Mayadeen pada hari Rabu (11/4/2018).
"Kegilaan Barat demi kepentingan teroris, dan hasil dari perang Suriah hingga sekarang telah menjadi bumerang bagi Barat, bahkan menyebabkan terbentuknya poros anti-Barat," ujarnya.
Ia menyinggung koalisi hasil dari poros tersebut yang meliputi Rusia, Cina, Suriah, Iran dan Hizbullah Lebanon dibandingkan dengan tahun 2013.
"Meskipun ada berbagai upaya Barat untuk mencapai tujuan-tujuannya melalui ancaman, namun kemenangan Suriah yang sudah dekat akan segera mengubah peta regional dan dunia," imbuhnya.
Penasihat Bashar al-Assad untuk Urusan Media itu lebih lanjut menyebut pembebasan Ghouta Timur di selatan Suriah dari pendudukan kelompok-kelompok teroris sebagai peristiwa penting di jalur perang melawan terorisme.
Bouthaina Shaaban juga menggambarkan langkah-langkah Barat akhir-akhir ini sebagai perang urat saraf untuk unjuk kekuatan.
Dia menilai rezim Zionis Israel yang menjadi pendorong utama agar AS menyerang Suriah akan menjadi pecundang dalam transformasi di kawasan.
Penasihat presiden Suriah itu juga menyinggung peran Arab Saudi dalam krisis di negaranya.
Dia menuturkan, rezim Arab Saudi sejak tahun 2011 juga sedang memerangi Suriah, di mana rezim ini berada satu barisan dengan para penjajah Zionis seperti sejumlah rezim lainnya.
Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengancam akan menyerang Suriah dengan rudal-rudal pintar dan baru.
AS dan sejumlah negara sekutunya termasuk Inggris dan Perancis menuding Suriah melancarkan serangan kimia di kota Douma. Tuduhan tersebut dilontarkan tanpa bukti dan didasarkan pada keterangan kelompok teroris Jaish al-Islam.
Media-media Barat dan Arab pendukung kelompok-kelompok teroris takfiri memulai perang urat saraf secara besar-besaran terhadap Suriah pasca tudingan tersebut. (RA/PH)