Turki dan Israel Berunding untuk Normalisasi Hubungan
-
Bendera Israel dan Turki
Pejabat Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas), mengkonfirmasikan kesepakatan antara Turki dan Israel soal persyaratan yang ditetapkan Ankara untuk memulai hubungan dengan Tel Aviv.
Emirates 24 melaporkan, persyaratan yang ditetapkan Turki adalah pembangunan sebuah pelabuhan di Jalur Gaza.
Ini merupakan persyaratan utama Turki sebelum proses normalisasi hubungan dengan Israel. Menurut rencana pelabuhan di Jalur Gaza itu akan diberi nama Musa Abu Marzuq.
Menurut keterangan Hamas, kesepakatan antara Turki dan Israel itu telah tercapai, namun perundingan dalam hal ini terhenti untuk sementara karena alasan yang tidak diketahui.
Selama perundingan Turki dengan rezim Zionis Israel untuk normalisasi hubungan, salah satu syarat utama yang ditetapkan oleh Ankara adalah pembangunan sebuah pelabuhan di wilayah terkepung Gaza, sebelum perundingan normalisasi hubungan Turki-Israel dimulai.
Turki berniat mengalokasikan dana sekitar lima miliar USD untuk merekonstruksi Jalur Gaza termasuk pembangunan pelabuhan.
Proyek pembangunan pelabuhan di Gaza itu menghadapi banyak hambatan selama bertahun-tahun, termasuk di antaranya kehadiran pasukan Israel di wilayah itu dan blokade total oleh rezim Zionis. (IRIB Indonesia/MZ)