Abbas: Kami Tidak akan Biarkan al-Quds Jadi Ibukota Israel
-
Mahmoud Abbas
Pemimpin Otorita Palestina mengatakan, rakyat Palestina tidak akan mengizinkan presiden Amerika Serikat atau siapa pun lainnya untuk menjadikan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel, dan mereka akan melawan keputusan ini.
Mahmoud Abbas menegaskan hal itu dalam pertemuannya dengan tim dan staf medis di kota Ramallah, Tepi barat pada hari Sabtu (21/4/2018).
"Kami tidak akan mengizinkan kepada negara manapun untuk memindahkan kedutaan besarnya ke al-Quds (Jerusalem) sebelum penyelesaian konflik Palestina, sebab, al-Quds adalah ibukota Palestina dan pintu-pintunya terbuka bagi semua agama sehingga mereka bisa melakukan kegiatan keagamaannya dengan bebas di sana," kata Abbas seperti dilansir IRNA.
Dia menambahkan, semua telah siap untuk mendirikan sebuah negara Palestina yang independen, dan masalah saat ini hanya disebabkan dukungan penuh AS kepada rezim Zionis.
Presiden AS Donald Trump pada tanggal 6 Desember 2017 mengumumkan al-Quds sebagai ibukota Israel dan menginstruksikan pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv ke Al-Quds.
Keputusan tersebut diambil ketika PBB pada tanggal 21 Desember 2017 mengesahkan resolusi untuk mendukung al-Quds dengan 128 suara setuju, sembilan menolak dan 35 suara abstain.

Berdasarakan resolusi tersebut, PBB tidak akan mengakui al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis. Kota al-Quds yang terdapat Masjid al-Aqsa, Kiblat Pertama umat Islam adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Palestina dan salah satu tempat suci Islam terpenting. (RA)