Pengkhianatan Baru Bahrain dan UEA Terhadap Palestina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i56152-pengkhianatan_baru_bahrain_dan_uea_terhadap_palestina
Bahrain dan UAE pada hari Kamis (4/5/2018) mengumumkan bahwa mereka akan berpartisipasi dalam turnamen balap motor mulai hari Jumat yang diselenggarakan oleh rezim Zionis.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 04, 2018 10:58 Asia/Jakarta
  • AS-Israel menindas Palestina
    AS-Israel menindas Palestina

Bahrain dan UAE pada hari Kamis (4/5/2018) mengumumkan bahwa mereka akan berpartisipasi dalam turnamen balap motor mulai hari Jumat yang diselenggarakan oleh rezim Zionis.

Turnamen itu digelar dalam rangka memperingati ulang tahun ke-70 pendirian rezim ilegal Zionis. Pada 14 Mei 1948, setelah beberapa dekade berkomplot dengan dukungan Inggris, rezim Zionis menduduki wilayah Palestina. Kementerian Luar Negeri Palestina pada Kamis malam menyatakan keprihatinan atas penyelenggaraan turnamen tersebut.

 

Pergerakan UEA, Bahrain, dan beberapa negara Arab lainnya, termasuk Arab Saudi, bertujuan menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis, di saat Israel selama bertahun-tahun menjajah banyak wilayah Arab-Islam di samping penindasan terhadap rakyat Palestina.

 

Selain itu, kerja sama antara penguasa Arab dan rezim Zionis telah menjadi semakin jelas dalam beberapa tahun terakhir, dan krisis di Suriah, Irak dan Yaman berakar pada makar Emirat-Bahraini-Saudi dan Zionis. Ini adalah fakta bahwa meskipun negara-negara Arab di pesisir Teluk Persia, sejak berdirinya rezim Zionis, belum menjalin hubungan resmi dengan rezim Zionis, namun selalu memiliki hubungan luas dengan rezim penjajah dan mengiringi kebijakannya di kawasan.

 

Times terbitan Inggris baru-baru ini di situsnya mengutip sumber-sumber Amerika dan Arab soal peningkatan indikasi normalisasi hubungan Arab Saudi, UEA dan Bahrain dengan Israel, dan bahwa para pejabat negara-negara Arab memiliki hubungan mendalam dengan Israel.

 

Para penguasa Arab meningkatkan kerja sama mereka dengan rezim Israel, di saat rezim Zionis adalah musuh pertama dan nomor wahid dunia Islam. Para penguasa Arab telah mengambil langkah destruktif melawan Palestina dengan mengiringi Barat dan Zionis.

Arab-Israel

 

Pengkhianatan para penguasa Arab terhadap bangsa Palestina dapat dilihat dengan jelas ketika mereka merancang "Prakarsa Perdamaian Arab", di mana kerugiannya tidak lebih kecil dari prakarsa Barat terhadap Palestina dan kawasan secara keseluruhan, termasuk makar Timur Tengah Baru yang berporos pada Israel. Di dalam prakarsa tersebut adalah peta jalan bagi para penguasa Arab untuk menormalkan hubungan dengan rezim Zionis dan memperluas interaksi dengan Tel Aviv.

 

Alasan utama perubahan mengubah sikap dan identitas para penguasa Arab dalam berurusan dengan rezim Zionis, dari konfrontasi menjadi kompromi adalah bahwa mereka mengaitkan kelangsungan kekuasaan mereka dengan dukungan dari Barat, terutama Amerika Serikat.

 

Hubungan ini sedemikian pesat sehingga Donald Trump dengan nada mengolok mengatakan, jika Amerika Serikat menarik dukungannya untuk rezim-rezim Arab ini, maka mereka akan jatuh dalam hitungan hari. Syarat terpenting dukungan AS bagi para penguasa Arab adalah kerukunan dan perdamaian mereka dengan Israel.

 

Transformasi di kawasan mensinyalir upaya Israel untuk keluar dari isolasi dengan membangun hubungan harmonis dengan negara-negara Arab di Teluk Persia.

 

Dimensi baru kerja sama UAE-Bahrain dengan rezim Zionis, terutama dalam beberapa tahun terakhir, telah dipublikasikan secara luas dan menarik perhatian terkait peningkatan hubungan antara para penguasa Arab dan Zionis dengan mediasi Amerika.

 

Hubungan tersebut semakin pesat di era Donald Trump dalam bentuk konspirasi baru seperti "Kesepakatan Abad", yang bertujuan untuk mengasimilasi kedaulatan Israel di kawasan, terutama di Baitul Maqdis, kepada negara-negara Arab.(MZ)