Saudi Terlibat 70 Kasus Kejahatan Perang di Yaman Utara
-
Serangan udara Arab Saudi ke Yaman.
Dewan Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Yaman dalam laporan pertamanya tentang serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman mengungkap berbagai kejahatan Arab Saudi di Provinsi Saada.
Seperti dilansir FNA, Minggu (27/5/2018), Dewan HAM Yaman menyebutkan, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dalam tiga tahun lalu telah terlibat dalam 70 kasus pembunuhan massal di Priovinsi Saada, Yaman utara dan membuat kerugian senilai puluhan miliar dolar terhadap provinsi ini.
Ketua Dewan HAM dan Kebebasan Yaman Ali al-Motamayez mengatakan, dalam jangka waktu tiga tahun lalu, Provinsi Saada menjadi arena kejahatan perang dan genosida pasukan agresor di tengah-tengah kebungkaman masyarakat internasional.
Dia menambahkan, hingga sekarang tidak ada seorang pun yang bisa menghitung detil tentang jumlah korban tewas dan terluka dalam serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke Saada, namun data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa lebih dari 8.000 warga di provinsi ini tewas dan terluka.
Berdasarkan laporan Dewan HAM dan Kebebasan Yaman, dalam tiga tahun lalu, 51 pusat pengobatan dan rumah sakit, 270 sekolah, 85 generator dan pusat listrik, 600 lahan pertanian dan perkebunan, puluhan jaingan telekomonikasi, bank, taman dan gedung di Provinsi Saada telah hancur.

Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya, melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015.
Pasukan agresor juga memblokade Yaman dari darat, laut dan udara, sehingga menambah penderitaan rakyat negara itu.
Invasi militer Saudi dan sekutunya ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa belasan ribu warga negara ini dan melukai puluhan ribu lainnya. (RA)