Yaman Reaksi Rencana Penarikan Staf PBB dari al-Hudaydah
-
Pelabuhan al-Hudaydah
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui permintaan Uni Emirat Arab (UEA) untuk menarik semua staf dan pegawainya dan juga staf berbagai lembaga bantuan yang aktif di Yaman dari Provinsi al-Hudaydah. Persetujuan ini dikecam oleh Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman.
Seperti dilansir FNA, Rabu (13/6/2018), UEA baru-baru ini meminta semua pegawai dan staf lembaga-lembaga internasional untuk segera meninggalkan kota al-Hudaydah. PBB telah menyetujui permintaan tersebut.
Organisasi-organisasi HAM memperingatkan dampak dari langkah UEA dan Arab Saudi dan menuntut penghentian operasi mliter di Provinis al-Hudaydah.
Sejak sebulan lalu, pasukan Arab Saudi dan UEA telah memulai operasi untuk menduduki Pelabuhan al-Hudaydah.
Militer dan komite rakyat Yaman menggelar berbagai operasi luas dan menarget pasukan agresor untuk menghentikan kemajuan mereka. Sejumlah daerah yang diduduki koalisi militer asing pimpinan Arab Saudi berhasil direbut kembali.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, UEA dan beberapa negara lainnya, melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015.
Pasukan agresor juga memblokade Yaman dari darat, laut dan udara, sehingga menambah penderitaan rakyat negara itu.
Invasi militer Saudi dan sekutunya ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa belasan ribu warga negara ini dan melukai puluhan ribu lainnya. (RA)