Ansarullah Puji Sikap Malaysia Keluar dari Koalisi Arab Saudi
-
Mohammad Ali al-Houthi, ketua dewan revolusi Yaman
Mohammad Ali al-Houthi, kepala komite tinggi revolusi Yaman menilai keluarnya Malaysia dari koalisi Arab pimpinan Riyadh sebagai sikap terpuji pemerintah baru Kuala Lumpur.
Pemerintah Malaysia Kamis (28/6) mengkonfirmasikan berakhirnya kehadiran pasukannya di koalisi Arab pimpinan Arab Saudi di perang Yaman bulan mendatang.
Mohammad Ali al-Houthi seraya mengisyaratkan kemarahan agresor Saudi dan Uni Emirat Arab atas keputusan independen pemerintah Malaysia keluar dari koalisi ini mengatakan, langkah ini selain memberikan kerugian politik dan militer kepada negara kaolisi anti Yaman, juga menunjukkan kondisi terjept koalisi ini dari sisi hukum dan moral. Demikian dilaporkan televisi al-Masirah.
Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu hari Kamis saat jumpa pers mengatakan, delegasi pemeritah Malaysia pekan lalu memutuskan menarik pasukan negara ini dari koalisi Arab pimpinan Riyadh yang menyerang Yaman.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika serta sejumlah negara Arab sejak Maret 2015 menyerang Yaman dengan dalih mengembalikan Mansur Hadi yang mengundurkan diri ke tampuk kekuasaan.
Agresi Arab Saudi ke Yaman hingga kini telah menewaskan lebih dari 14 ribu orang dan merusak infrastruktur negara ini. (MF)