Arab Saudi Melarang Jemaah Haji Bertemu Membahas Politik
-
Politisasi ibadah haji oleh Arab Saudi
Setelah kekalahan besar-besaran di Suriah, Irak, dan Yaman, serta skandal dukungan keuangan dan senjata terhadap teroris Takfiri, Arab Saudi melarang setiap pertemuan jemaah haji yang membicarakan isu-isu politik, termasuk masalah Yaman dan Palestina.
Menurut laporan situs televisi al-Kawthar, sebagai kelanjutan dari tekanan Arab Saudi kepada negara-negara Muslim dengan memanfaatkan ibadah haji, anggota Dewan Keamanan dan Politik Arab Saudi mengadakan pertemuan yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammad bin Salman bin Abdul Aziz di Jeddah dan memeriksa perkembangan regional dan internasional serta menyatakan larangan segala bentuk pertemuan jemaah haji yang membicarakan isu-isu politik, termasuk Yaman dan Palestina.
Menurut para aktivis hukum, Arab Saudi menyelenggarakan haji sesuai dengan kebijakan tertentu dan ini melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia.
Tim pengawas internasional kantor Haramain Syarifain dalam surat terpisah pada 17 Juli 2018 kepada Dewan HAM PBB dan komite agama dan kebebasan berpendapat Komisi HAM Parlemen Eropa mengadukan Arab Saudi yang telah mempolitisasi haji dan membatasi kebebasan beragama.
Rezim Arab Saudi menerapkan tekanan terhadap negara-negara yang menentang kebijakannya dan melarang warga negara sejumlah negara-negara Islam seperti Yaman, Suriah dan Qatar untuk melaksanakan ibadah haji.