Keputusan ICJ Dinilai Indikasi Lemahnya Kekuatan dan Logika AS
-
ICJ
Pengamat isu-isu AS dari Lebanon menilai keputusan terbaru Mahkamah Internasional (ICJ) menentang pemulihan sanksi Amerika terhadap RepublikIslam Iran sebagai indikasi lemahnya kekuatan dan logika Gedung Putih di dunia.
Ziyad al-Hafid, pengamat Lebanon terkait isu-isu Amerika saat diwawancarai IRNA mengatakan, ketika Washington mengumumkan tidak komitmen terhadap keputusan Mahkamah Internasional Den Haag, ini mengindikasikan bahwa pada dasarnya AS merasa tidak terikat dengan aturan dan perjanjian internasional.
Menyinggung babak kedua sanksi anti Iran, ia menekankan, sanksi ini tidak akan berhasil sesuai dengan harapan Washington, sanksi bukan hal baru dan infrastruktur ekonomi Iran dengan jelas menunjukkan bahwa sanksi AS tidak mampu merusak struktur ekonomi negara ini.
Al-Hafid seraya menjelaskan bahwa presiden AS berusaha keras mempertahankan harga minyak demi kepentingan pemilu mendatang menambahkan, seluruh produsen minyak khususnya Rusia dan Arab Saudi sampai pada kesimpulan bahwa rendahnya harga minyak tidak menguntungkan mereka dan gagalnya sanksi menunjukkan hasilnya sedikit demi sedikit mengindikasikan penurunan kekuatan Washington dari sisi ekonomi. (MF)