Ketika Turki Menolak Permintaan Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i63736-ketika_turki_menolak_permintaan_saudi
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu menolak permintaan Arab Saudi untuk menutup pangkalan militer negaranya di Qatar.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 02, 2018 18:21 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu
    Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu menolak permintaan Arab Saudi untuk menutup pangkalan militer negaranya di Qatar.

Menlu Turki menilai permintaan Riyadh tersebut sebagai permohonan yang tidak realistis, oleh karena itu Ankara menolaknya.

Kesepakatan kerja sama militer dan pertahanan antara Ankara dan Doha dimulai pada 2014, dan ditandatangani oleh kedua negara sebelum munculnya friksi antara Qatar dengan Arab Saudi yang diikuti oleh sejumlah negara Arab di tahun 2017.

Menurut Menlu Turki, pasukan negaranya ditempatkan di Qatar sebelum friksi dengan Arab Saudi muncul, dan masalah tersebut tidak ada kaitannya dengan konflik antara Doha dan Riyadh.

 4 bendera negara-negara yang bersengketa dengan Qatar

Pada 5 Juni 2017, Arab Saudi yang diikuti oleh Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar atas dalih Doha mendukung terorisme. Riyadh dan pendukungnya memberikan 13 syarat pencabutan sanksi terhadap Doha, salah satunya adalah penutupan pangkalan militer Turki, Tariq bin Ziyad di wilayah Qatar. Doha membantah tudingan Riyadh dan menolak syarat tersebut yang dinilai tidak realistis.

Friksi antara Turki dan Arab Saudi berkaitan dengan masalah dukungan kedua negara terhadap gelombang musim semi Arab di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Selama ini kedua negara bersaing untuk membenamkan pengaruhnya lebih besar di kawasan.

Analis hubungan internasional, Aaron Austin menulis, "Persaingan antara Arab Saudi dan Turki adalah kompetisi yang sudah lama terjadi. Puncaknya adalah tergulingnya Presiden Mesir, Mohammad Mursi oleh militer Mesir yang didukung Arab Saudi,".

Khashoggi

Kini masalah semakin rumit dengan masuknya kasus baru pembunuhan jurnalis oposan rezim Al Saud, Jamal Khashoggi di wilayah Turki. Tampaknya, Ankara ingin memanfaatkan kasus ini untuk kepentingannya meningkatkan pengaruh di kawasan Teluk Persia. Riyadh berupaya mengurangi pengaruh Turki di kawasan dengan menekan Qatar. Sebaliknya, Ankara berupaya mengucilkan Arab Saudi di kawasan dan dunia dengan menggunakan kasus tewasnya Khashoggi.(PH)