Investasi Terbesar Saudi di Pakistan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i66528-investasi_terbesar_saudi_di_pakistan
Menteri Energi, Industri dan Tambang Arab Saudi, Khalid A. Al-Falih mengunjungi pelabuhan Gwadar di provinsi Balouchistan Pakistan untuk mengkaji tempat pembangunan kilang minyak di negara ini.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 13, 2019 18:44 Asia/Jakarta
  • Menteri Energi, Industri dan Tambang Arab Saudi, Khalid A. Al-Falih
    Menteri Energi, Industri dan Tambang Arab Saudi, Khalid A. Al-Falih

Menteri Energi, Industri dan Tambang Arab Saudi, Khalid A. Al-Falih mengunjungi pelabuhan Gwadar di provinsi Balouchistan Pakistan untuk mengkaji tempat pembangunan kilang minyak di negara ini.

Menteri Perminyakan Pakistan, Ghulam Sarwar Khan mengungkapkan bahwa pembangunan kilang minyak di Bandar Gwadar akan menjadi investasi Arab Saudi terbesar di negaranya.

Langkah Saudi menanam investasi di pelabuhan strategis Pakistan ini memicu reaksi yang kurang positif dari pihak Cina dan India. Beijing menjadikan bandar Gwadar dipandang sebagai lingkar ekonomi yang menghubungkan Cina dengan Pakistan. Selain itu, Beijing juga tampaknya kurang responsif terhadap tawaran investasi bersama Saudi di bandar Gwadar.

Media India menyikapi masalah ini dengan menurunkan tulisan, "Tampaknya, para pejabat Pakistan mengabaikan kekhawatiran Bejing dengan membuka jalan bagi masuknya investasi dari salah satu negara di kawasan Teluk Persia yang berpotensi mengganggu kesepakatan antara Cina dan Pakistan dengan memberikan peluang investasi bagi Arab Saudi di bandar Gwadar,".

Masalahnya, Pakistan saat ini menghadapi keterbatasan investasi untuk membangun infrastruktur, terutama bandar strategis Gwadar. Di sisi lain Arab Saudi berupaya menanamkan pengaruhnya lebih besar terhadap Pakistan dengan memasuki aspek ekonomi negara ini. Masalah tersebut memicu reaksi dari berbagai kalangan di Pakistan mengenai dampak buruk dari bantuan finansial tersebut.

Di sisi lain Cina juga sedang meningkatkan pengaruhnya terutama di bidang ekonomi di kawasan Asia selatan. Tampaknya Beijing melihat kehadiran Riyadh di bandar Gwadar tidak bisa dilepaskan dari kepentingan AS yang menumpang di dalamnya.

Analis Asia barat, James Dorsey dalam tulisannya yang dimuat di situs Euroasia menyebut langkah Pakistan membuka jalan bagi Riyadh untuk berinvestasi di bandar Gwadar sebagai gerakan Pakistan menuju area ranjau yang dipasang Saudi dan Uni Emirat Arab yang akan memicu friksi antara Islamabad dengan negara-negara tetangganya.

Pembangunan kilang minyak di bandar Gwadar dilakukan di saat Pakistan tidak memiliki minyak, dan Saudi berupaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Riyadh menyebut proyek ini sebagai proyek terbesar Arab Saudi di Pakistan. Tapi di sisi lain, Pakistan juga ingin mempertahankan investasi Cina sebesar 46 miliar dolar. (PH)