Ansarullah: Pengakuan Emirat, Bukti Perang Yaman Ilegal
-
Mohammad Ali al-Houthi
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman mengatakan, statemen petinggi Uni Emirat Arab terkait serangan kepada individu yang mereka sebut teroris merupakan bukti ilegalnya perang yang dikobarkan koalisi Saudi di Yaman.
Menurut laporan IRNA, Mohammad Ali al-Houthi Jumat (30/08) menambahkan, pengakuan resmi Emirat sebagai anggota aktif di koalisi perang anti Yaman terkait milisi yang berafiliasi dengan koalisi ini adalah teroris merupakan bukti bahwa Amerika, Arab Saudi, Emirat dan sekutunya serta mereka yang mendukung negara-negara ini adalah teroris.
Serangan udara Emirat Kamis (29/08) terhadap pasukan loyalis Abd Rabbuh Mansur Hadi di berbagai kota Aden dan Zinjibar di selatan Yaman sedikitnya menewaskan dan menciderai 300 orang.
Abdullah al-Saadi, wakil pemerintah Yaman yang telah mengundurkan diri di PBB juga menyebut Emirat bertanggung jawab atas serangan udara dan dampak akibat aksi-aksi Dewan Transisi Selatan Yaman yang didukung Abu Dhabi.
Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara ini dari darat, udara dan laut.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 16 ribu orang, melukai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan orang mengungsi. (MF)