Jet Tempur Turki Serang Rombongan Wartawan Asing dan Warga Sipil
-
Pasukan Turki
Berbagai sumber Kurdi hari Ahad (13/10/2019) malam mengkonfirmasi serangan udara Turki terhadap rombongan sipil dan wartawan asing di utara Suriah.
Seperti dilaporkan IRIB, berbagai sumber Kurdi menyatakan, di serangan ini sedikitnya sembilan orang tewas.
Organisasi pengamat HAM Suriah yang bermarkas di London juga membenarkan serangan tersebut.
Organisasi HAM ini menyatakan, ada potensi korban di serangan ini akan terus bertambah.
Operasi militer Turki dilancarkan sejak Rabu (09/10/2019) dan dengan dalih melawan terorisme dan membersihkan perbatasan Suriah dan Turki dari keberadaan separatis Kurdi yang disebut Ankara sebagai teroris atas instruksi langsung Presiden Recep Tayyip Erdogan. Operasi ini sampai kini terus berlanjut.
Fuat Oktay, wakil prsiden Turki Rabu sore ketika operasi resmi militer Turki ini dimulai mengklaim, tujuan dari operasi ini memulihkan perdamaian di Suriah.
Operasi ini dilancarkan dengan lampu hijau Amerika Serikat. Sementara itu, dunia internasional mengecam serangan Turki ke Suriah tersebut.
Petinggi Suriah menekankan, rakyat negara ini akan membela integritas tanah dan kedaulatan nasionalnya.
Petinggi Suriah menekankan, rakyat negara ini akan membela integritas tanah dan kedaulatan nasionalnya.
Sementara itu, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menyatakan, serangan Turki akan berubah menjadi perang total.
Menurut sejumlah sumber, selama serangan ini hingga kini lebih dari 270 orang tewas. (MF)