PM Irak: Negara Hadapi Fitnah Besar
-
Perdana menteri Irak,Adel Abdul Mahdi
Perdana menteri Irak, Adel Abdul Mahdi mengatakan negaranya menghadapi fitnah besar, tapi bertekad melanjutkan tanggung jawabnya untuk melindungi warga negara, meskipun menghadapi tekanan besar.
Abdul Mahdi dalam rapat kabinet hari Rabu mengatakan, "Terjadi peristiwa yang tidak diinginkan dalam demonstrasi saat ini, dan komite pencari fakta akan memberikan penjelasan mengenai masalah ini dalam laporan mereka,"
Perdana Menteri Irak menunjukkan bahwa pemerintah tidak bisa tinggal diam menyikapi aksi brutal, termasuk pembakaran fasilitas umum dan penciptaan kekacauan yang terus berlanjut.
Abdul Mahdi juga mengumumkan pembebasan 2.500 tahanan selama demonstrasi yang sedang berlangsung di Irak, dan sebanyak 240 tahanan masih ditahan karena kasus kriminal dan status mereka akan diklarifikasi setelah proses hukuman selesai.
Gelombang demonstrasi kedua terjadi di berbagai wilayah Irak dimulai sejak 25 Oktober hingga kini.
Rakyat Irak berunjuk rasa memprotes kondisi perekonomian negaranya yang memburuk, merebaknya korupsi, pengangguran yang tinggi serta rendahnya layanan publik.
Pihak ketiga menunggangi aksi protes damai ini yang mengarah menjadi kerusuhan yang menimbulkan korban jiwa.(PH)