PM Irak: Situasi di Zona Hijau Terkontrol
-
demonstrasi Baghdad
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menyatakan situasi di Zona Hijau telah ter kontrol setelah para demonstran masuk ke kompleks pemerintah yang telah dijaga ketat di Baghdad.
"Situasi di Baghdad telah berada di bawah kendali pasukan keamanan," demikian dikemukakan Abadi, Sabtu (30/4).
Dia juga mendesak para pengunjuk rasa untuk melakukan demonstrasi damai, tanpa merusak "fasilitas milik negara."
Sebuah pernyataan juga dirilis di situs Presiden Irak Fuad Masum, mendesak para demonstran untuk tetap tenang dan "mematuhi hukum, tidak menyerang anggota parlemen, pegawai pemerintah, properti publik atau swasta dan untuk meninggalkan bangunan."
Presiden juga menyerukan "kabinet, anggota parlemen, dan kepala blok politik untuk menerapkan perubahan menteri yang diinginkan, melaksanakan reformasi politik dan administrasi, serta memerangi korupsi. Kami percaya bahwa menghentikan sistem kuota partisan dan faksi adalah tugas yang tak dapat lagi ditunda."
Sebelumnya, para pengunjuk rasa bergerak menuju Zona Hijau, area khusus yang menampung lembaga-lembaga pemerintah kunci di negara itu, dan berusaha untuk masuk gedung parlemen, di mana perdebatan sengit sedang terjadi soal reshuffle kabinet yang diusulkan oleh al-Abadi.
Abadi dijadwalkan meminta persetujuan untuk calon yang tersisa dari kabinet barunya di parlemen pada hari Sabtu. Anggota parlemen gagal mencapai kuorum dan sesi akan dilanjutkan pekan depan. Penundaan itu memicu protes dan memaksa Masum menyerukan sidang darurat pemimpin politik pada hari Ahad (1/5).
Para demonstran, yang dikabarkan adalah pendukung ulama terkemuka Muqtada al-Sadr, mengamuk di beberapa bagian dari gedung parlemen. Sebagian di antara mereka meneriakkan seruan, "damai, damai" dan mencoba untuk mencegah perusakan.
Irak telah menjadi ajang dari kekacauan politik selama sepekan terakhir atas upaya Abadi untuk membentuk kabinet baru.(MZ)