Parlemen Irak: AS Tolak Kosongkan Pangkalan Ain Al Assad
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i78283-parlemen_irak_as_tolak_kosongkan_pangkalan_ain_al_assad
Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak mengabarkan tekanan Amerika Serikat terhadap Baghdad untuk tidak mematuhi keputusan Parlemen Irak terkait penarikan mundur pasukan Amerika, dan tetap berada di pangkalan strategis Ain Al Assad.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 04, 2020 13:35 Asia/Jakarta
  • parlemen Irak
    parlemen Irak

Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak mengabarkan tekanan Amerika Serikat terhadap Baghdad untuk tidak mematuhi keputusan Parlemen Irak terkait penarikan mundur pasukan Amerika, dan tetap berada di pangkalan strategis Ain Al Assad.

Fars News (4/2/2020) melaporkan, Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak, mengabarkan tekanan keras Amerika terhadap pemerintah Irak dan petinggi keamanan negara ini untuk menggagalkan proses pengosongan pangkalan Ain Al Assad di Provinsi Al Anbar.

Salah satu anggota komisi ini, Abdel Karim Mahmoud Al Mohammedawi kepada situs Al Malooma mengatakan, Amerika menekan pemerintah Irak agar tidak menjalankan keputusan parlemen terkait penarikan pasukan asing dari negara itu.

Washington, katanya, tidak mau keluar dari pangkalan Ain Al Assad yang merupakan pangkalan strategis, dan selama ini digunakan untuk mengancam negara tetangga Irak yang menentang kebijakan Gedung Putih.

Ia menambahkan, Amerika tidak ingin kehilangan pangkalan Ain Al Assad yang dilengkapi rudal Patriot, dan digunakan untuk mengancam negara lain. Washington sudah memulai upaya luas untuk bisa tetap bertahan di Irak, dan menjaga Ain Al Assad. Akan tetapi parlemen telah mewajibkan pemerintah Baghdad untuk menjalankan keputusan mengusir pasukan asing, dan mengabaikan tekanan Amerika.

Aliansi Al Sairoon Irak, Minggu (2/2) sehari setelah terpilihnya Mohammed Tawfiq Allawi sebagai perdana menteri baru Irak era transisi, menegaskan bahwa dirinya juga berkewajiban melaksanakan keputusan parlemen terkait pengusiran pasukan asing dari Irak. (HS)