Wakil ketua parlemen Irak Desak AS keluar dari Negara ini
-
Hasan Karim al-Kaabi
Wakil ketua parlemen Irak Kamis (06/02) malam saat merespon intervensi berulang Amerika di urusan internal Irak mengatakan, "Washington secepatnya harus keluar dari Irak."
Seperti dilaporkan FNA, Hasan Karim al-Kaabi mengecam keras intervensi Amerika di urusan internal Irak dan mengungkapkan, Amerika berusaha melakukan konspirasi di Irak.
Kedubes Amerika di Baghdad hari Rabu di statemen intervensifnya meminta pemerintah Irak menyelidiki apa yang mereka klaim sebagai penumpasan terhadap demonstran di kota Najaf.
Berbagai kota Irak termasuk Najaf dalam beberapa bulan terakhir dilanda aksi demo warga memprotes kondisi pelayanan umum yang tidak mamdai, tidak adanya lapangan kerja dan maraknya praktek korupsi. Namun aksi demo damai ini selama beberapa pekan terakhir mengarah ke arah kekerasan dan puluhan orang dilaporkan tewas dan terluka.
Berbagai bukti menunjukkan, aksi demo di Irak bukan langkah spontan dan pihak asing terlibak di dalamnya.
Brigade Hizbullah Irak baru-baru ini mengumumkan, pemerintah Amerika, Israel dan sejumlah negara-negara Arab termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab terlibat di instabilitas terbaru Irak karena mereka tidak puas dengan kebijakan Baghdad.
Sentimen anti Amerika di Irak semakin meningkat pasca serangkaian aksi permusuhan Washington terhadap negara ini serta poros muqawama khususnya teror pengecut terhadap Letjen Qasem Soleimani, komandan pasukan Quds IRGC serta Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan Hashd al-Shaabi Irak.
Menyusul aksi teror terhadap Syahid Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis di dekat Bandara Udara Baghdad, parlemen Irak Ahad (05/01) meratifikasi draf undang-undang pengusiran pasukan Amerika dari wilayah negara ini.
Syahid Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis berserta rombongan gugur syahid Jumat (03/01) dini hari akibat serangan udara militer AS di dekat Bandara Udara Baghdad.
Syahid Soleimani saat ini tengah berkunjung ke Irak atas undangan resmi pejabat negara ini.
Berbagai negara dunia dan organisasi mengutuk aksi terorisme Amerika Serikat tersebut. (MF)