Rezim Al Khalifa Tak Berhenti Melanggar Hak-hak Warga Bahrain
Komite Amerika untuk Perlindungan Kebebasan Beragama menyebut rezim al-Khalifa telah melanggar hak-hak warga Bahrain terutama warga Muslim Syiah.
Seperti dilansir Manamapost, Komite Amerika untuk Perlindungan Kebebasan Beragama dalam laporannya menyebutkan, pelanggaran hak-hak warga, diskriminasi budaya, ekonomi, pendidikan dan sosial terhadap warga Bahrain terutama warga Syiah di negara ini, serta penangkapan dan interogasi luas terhadap mereka terus belanjut.
Disebutkan bahwa warga Bahrain khususnya warga Syiah ditangkap hanya karena berpartisipasi dalam demonstrasi damai dan protes terhadap pemerintah yang melanggar HAM dan kebebasan beragama.
Dalam laporannya, Komite Perlindungan Kebebasan Beragama itu juga menyinggung tidak komitmennya rezim Al Khalifa dalam memenuhi janji untuk merekonstruksi masjid-masjid yang dihancurkan aparat keamanan Bahrain pada tahun 2011.
Komite itu menuntut para pejabat Bahrain untuk melaksanakan rekomendasi Komite Pencarai Fakta Independen tentang penghentian pelanggaran hak-hak warga dan untuk secepatnya memperbaiki kebebasan beragama di negara ini.
Sebelumnya, Pusat HAM Bahrain pada Rabu (4/5/2016) mengungkapkan kekhawatiran atas pelanggaran HAM di negara ini.
Pusat HAM Bahrain menuntut pemerintah Manama melindungi HAM terutama kebebasan berpikir dan berpendapat.
Selama ini, kelompok-kelompok pembela HAM selalu memprotes kebijakan represif rezim Al Khalifa terhadap warga Bahrain. (RA)