PM Irak Ingatkan Para Demonstran untuk Menghormati Hukum
-
Haider al-Abadi
Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, mendesak demonstran pro-reformasi untuk "menghormati hukum" menjelang aksi protes baru yang rencananya akan digelar di luar Zona Hijau, di ibukota Baghdad.
Dalam pernyataannya di televisi Kamis (5/5), Abadi mengisyaratkan bahwa aparat keamanan dapat mengambil tindakan keras jika para demonstran berupaya menerobos zona Hijau Baghdad, yang merupakan tempat gedung-gedung pemerintah, kedutaan asing dan media berada.
"Mereka yang menginginkan reformasi harus menghormati hukum," kata Perdana Menteri Irak, seraya menekankan bahwa "rencana telah ditetapkan untuk melindungi lembaga-lembaga konstitusional dan mencegah terulangnya kembali apa yang terjadi beberapa waktu lalu."
Hal itu dikemukakan Abadi menyinggung demonstrasi kurang dari sepekan lalu ketika ratusan pengunjuk rasa yang marah menerobos ke Zona Hijau.
Para demonstran menururt reformasi pemerintah di tengah meluasnya tuduhan korupsi dan nepotisme.
Mayoritas para demonstran adalah pendukung ulama terkemuka Muqtada al-Sadr. Para pengunjuk rasa meninggalkan gedung parlemen pada Sabtu malam. Mereka menarik diri dari Zona Hijau secara damai pada hari Ahad.
Pada hari Rabu, Abadi memecat Staf Letnan Jenderal Mohammed Ridha, komandan Pasukan Khusus di Zona Hijau, menyusul aksi protes akhir pekan lalu.
Penunjukan kepala keamanan baru untuk wilayah itu disinyalir sebagai tekad pasukan keamanan untuk mengambil tindakan keras terhadap para demonstran jika kembali mencoba menerobos Zona Hijau.
Protes meletus setelah anggota parlemen gagal menyetujui menteri baru yang diusulkan oleh Abadi bulan lalu di sejumlah sesi parlemen.
Krisis di panggung politik Irak terjadi di saat negara itu sedang terlibat dalam pertempuran sengit dengan kelompok teroris Takfiri Daesh yang telah menguasai sejumlah wilayah Irak sejak 2014.(MZ)