Assad: Terorisme dan Sanksi Suriah Cegah Pemulangan Pengungsi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i87101-assad_terorisme_dan_sanksi_suriah_cegah_pemulangan_pengungsi
Presiden Suriah, Bashar al-Assad menilai terorisme, sanksi dan blokade sebagai kendala terbesar bagi pemulangan pengungsi Suriah ke negara mereka.
(last modified 2026-02-17T14:39:16+00:00 )
Nov 10, 2020 12:44 Asia/Jakarta
  • Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Putin
    Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Putin

Presiden Suriah, Bashar al-Assad menilai terorisme, sanksi dan blokade sebagai kendala terbesar bagi pemulangan pengungsi Suriah ke negara mereka.

Menurut laporan al-Mayadeen, Bashar al-Assad Senin (9/11/2020) di konferensi video dengan sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin mengatakan, sebagian besar pengungsi ingin pulang ke Suriah dan kendala terbesarnya adalah terorisme, sanksi dan blokade.

"Penyelenggaraan konferensi pengungsi sangat penting dan isu ini harus diselesaikan sampai akarnya dan prioritas pemerintah adalah memulangkan pengungsi," tambah Assad.

Bashar al-Assad menekankan bahwa konferensi tentang pengungsi akan menjadi awal dari penyelesaian masalah para pengungsi Suriah, dan blokade yang kejam dan ilegal harus diakhiri sehingga pemerintah Suriah dapat memberikan kondisi untuk kembalinya warga Suriah.

Presiden Rusia Vladimir Putin di konferensi video dengan Assad

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengatakan dalam konferensi video bahwa Rusia mendukung diadakannya konferensi internasional tentang pengungsi dan akan membentuk delegasi besar pada pertemuan tersebut, karena skala bencana kemanusiaan di Suriah tetap tinggi.

Putin menekankan bahwa sejauh ini sekitar 850.000 pengungsi telah kembali ke Suriah, dan upaya untuk memulangkan lebih banyak pengungsi terus berlanjut, dan bahwa Rusia melakukan segala upaya untuk menyelesaikan krisis Suriah.

Sebelumnya Alexander Yefimov, dubes Rusia di Damaskus menyatakan, pertemuan tentang pengungsi Suriah rencananya akan digelar Rabu mendatang di Damaskus dan konferensi ini digelar untuk membahas nasib dan kesejahteraan seluruh rakyat Suriah khususnya warga Suriah yang berada di luar negeri. (MF)