Produksi Kenari Iran Stabil di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Kacang walnut
ParsToday – Produksi kenari di Iran meskipun dilanda kekeringan, panas musim panas, dan embun beku mencapai sekitar 250 ribu ton, stabil di tingkat rata-rata tahun-tahun terakhir.
Melaporkan dari kantor berita IRIB, ParsToday pada Rabu, 18 Februari 2026, Dariush Salempour, Direktur Jenderal Kantor Urusan Buah-buahan Dataran
Dingin dan Kering Kementerian Pertanian Iran, mengumumkan produksi kenari (walnut) dengan kulit kering di Iran tahun ini, meskipun terjadi penurunan curah hujan, tekanan kekeringan, panas musim panas, dan embun beku awal musim semi, diperkirakan mencapai 250 ribu ton. Angka ini berada dalam kisaran rata-rata produksi tahun-tahun terakhir.
Menurutnya, setiap tahun antara 250 hingga 300 ribu ton kenari diproduksi di Iran. Luas kebun kenari juga sekitar 190 ribu hektar.
Salempour merujuk pada posisi kenari di antara produk hortikultura dan menambahkan, "Kenari termasuk dalam kategori buah-buahan kering. Kebun buah-buahan kering yang mencakup kenari, almond, pistachio, dan hazelnut, membentuk lebih dari 60 persen dari total 1,8 juta hektar kebun dataran dingin dan kering Iran."
Statistik ini menunjukkan tingginya kontribusi produksi kenari terhadap ketahanan pangan dan ekonomi hortikultura Iran.
Program Peningkatan Produktivitas Produksi Kenari
Direktur Jenderal Kantor Urusan Buah-buahan Dataran Dingin dan Kering Kementerian Pertanian Iran juga mengumumkan implementasi program perbaikan untuk meningkatkan produktivitas produksi kenari.
Ia mengatakan penghapusan dan penggantian kebun non-ekonomis, penggunaan varietas baru yang adaptif dengan iklim, optimalisasi pola tanam di wilayah potensial, serta pelaksanaan proyek perbaikan dan renovasi kebun kelas dua, terutama melalui proyek okulasi pucuk pohon kenari, sedang dalam agenda. Langkah-langkah ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan hasil per satuan luas dan mengurangi dampak tekanan iklim.
Ia juga dengan menekankan bahwa seluruh produksi kenari terserap pasar domestik, menambahkan, "Karena tingginya konsumsi per kapita dan keragaman varietas lokal serta genotipe lokal yang sesuai dengan selera konsumen, pangsa kenari dalam keranjang ekspor terbatas."
Berdasarkan pendekatan ini, prioritas kebijakan sektor hortikultura adalah pasokan berkelanjutan kebutuhan domestik dan dukungan terhadap industri pengolahan yang bergantung pada produksi kenari di Iran.
Salempour menjelaskan tentang larangan impor impor kenari, seperti produk hortikultura lainnya, kecuali empat produk tropis. Namun, jika terjadi kekurangan akibat perubahan iklim atau peningkatan permintaan, ada kemungkinan kajian teknis untuk memenuhi kebutuhan domestik dan industri pengolahan. Impor potensial hanya akan dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kemaslahatan nasional, pengenaan tarif legal, dan dalam volume terbatas.(sl)