Negara-Negara BRICS Mendukung Inisiatif Iklim Global
https://parstoday.ir/id/news/world-i184824-negara_negara_brics_mendukung_inisiatif_iklim_global
Pars Today - Negara-negara BRICS telah mendukung inisiatif iklim internasional.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Jan 31, 2026 11:36 Asia/Jakarta
  • BRICS
    BRICS

Pars Today - Negara-negara BRICS telah mendukung inisiatif iklim internasional.

Krisis iklim telah memaksa dunia untuk secara fundamental mendefinisikan kembali hubungannya dengan alam. Banyak negara telah menetapkan tujuan untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2050, tetapi data iklim menunjukkan bahwa tren pemanasan global semakin cepat.

Menurut laporan BRICS TV, sebagian besar negara anggota BRICS telah berkomitmen untuk mencapai emisi karbon nol bersih antara tahun 2050 dan 2070. Para analis mencatat bahwa komponen utama kerja sama di bidang ini akan mencakup regulasi karbon, adaptasi iklim, pengembangan sumber energi terbarukan, dan pembentukan mekanisme bersama untuk implementasi proyek iklim.

Pada saat yang sama, BRICS Plus memberikan penekanan khusus pada "transisi energi yang adil", yang intinya adalah untuk mengurangi risiko lompatan paksa menuju indikator emisi karbon nol bersih. Dengan demikian, transisi energi tidak boleh merugikan perekonomian nasional atau berdampak negatif pada kehidupan masyarakat. Transisi ini pada dasarnya didasarkan pada kebebasan untuk memilih jalur untuk mencapai netralitas karbon, membentuk neraca energi, dan mengembangkan sistem energi sesuai dengan karakteristik dan prioritas nasional.

Koridor Utara-Selatan Jalan Perdagangan, Geopolitik, dan Integrasi Regional

Berita lain di lingkup BRICS adalah bahwa para ahli percaya bahwa tantangan utama yang dihadapi BRICS bukanlah kurangnya infrastruktur fisik, tetapi kurangnya arsitektur kelembagaan bersama. Isu-isu seperti koordinasi tarif, fasilitasi prosedur bea cukai, dan penggunaan mata uang nasional dalam penyelesaian memainkan peran penting dalam keberhasilan inisiatif ini. Di antara mereka, rute-rute utama telah menemukan tempat khusus.

Transportasi maritim, yang mencakup sekitar 90 persen perdagangan global, dianggap sebagai pilihan strategis untuk menghubungkan Eropa dan Asia, yang berpusat pada Rute Laut Utara Rusia, sebuah rute yang hampir setengah panjang Terusan Suez dan diperkirakan akan menangani 220 juta ton barang pada tahun 2035.

Di sisi darat, Koridor Internasional Utara-Selatan, yang menghubungkan Rusia dengan Iran, India, dan negara-negara Teluk Persia, memainkan peran lebih dari sekadar rute transit dan dapat menjadi platform untuk konvergensi ekonomi dan pembentukan rantai produksi dan logistik bersama di belahan bumi selatan.

Para analis percaya bahwa terlepas dari perbedaan standar dan fragmentasi jaringan transportasi di negara-negara anggota, BRICS akan bertransformasi dari kumpulan proyek individual menjadi jaringan yang koheren dan efektif dalam dekade berikutnya. Sebuah jaringan yang pilar utamanya adalah Koridor Utara-Selatan dan Rute Laut Utara, yang dapat mengubah keseimbangan logistik dunia dan merugikan struktur yang didominasi oleh Amerika Serikat.

Iran Usul Festival Internasional Proyek Terbaik Desa-Desa Anggota BRICS

Di sisi lain, Masoud Nosrati, kepala Organisasi Kota dan Pedesaan Iran, mengumumkan usulan untuk mengadakan festival internasional proyek terbaik desa-desa anggota BRICS pada pertemuan internasional para pengelola perkotaan negara-negara anggota BRICS yang akan datang di kota Shiraz di Iran selatan.

Sesuai rencana, pertemuan para pengelola perkotaan dari 11 negara anggota BRICS dijadwalkan akan diadakan di Shiraz pada musim semi mendatang. Pada pertemuan ini, usulan untuk mengadakan festival internasional proyek terbaik desa-desa anggota BRICS akan dipresentasikan agar proyek-proyek sukses di daerah pedesaan dapat diperkenalkan dan dilihat, selain di tingkat nasional, juga di arena transnasional dan internasional.(sl)