Saudi: Intelijen UEA Beri Informasi Menyesatkan di Yaman
-
Ilustrasi pasukan Uni Emirat Arab di Yaman.
Arab Saudi menyatakan bahwa ada perselisihan besar dalam masalah koordinasi antara dinas intelijen Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang tergabung dalam koalisi militer.
Seperti dilansir situs AlKhaleej Today, Minggu (29/11/2020), komando pasukan Saudi dalam sebuah laporan mencatat bahwa konflik besar dan tidak adanya koordinasi, menyebabkan akurasi serangan pasukan koalisi terhadap Ansarullah Yaman menurun tajam.
“Dinas Intelijen UEA sengaja menyesatkan koalisi terutama angkatan udara sehingga kelompok yang telah bergabung dengan pasukan pemerintahan terguling Yaman yang berafiliasi dengan Saudi, menjadi sasaran serangan dan dihancurkan,” kata laporan tersebut.
Seorang perwira tinggi militer Saudi, Abdul Rahman Masoudi secara resmi meminta Kementerian Pertahanan yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman, untuk memisahkan antara kegiatan intelijen Saudi dan UEA.
Sejak awal bergabung dalam perang Yaman, UAE kerap dituding telah merebut markas-markas militer milik pasukan pemerintahan terguling Yaman.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, UEA, beberapa negara lain, melancarkan serangan militer ke Yaman sejak Maret 2015. Pasukan agresor kemudian memberlakukan blokade darat, laut, dan udara di Yaman. (RM)