Israel Tolak Permintaan Perancis terkait Perundingan Kompromi
Perdana Menteri rezim Zionis Israel menolak permintaan Perancis untuk berpartisipasi dalam sebuah konferensi untuk kompromi antara Ororita Ramallah dan Tel Aviv.
Benyamin Netanyahu menolak permintaan tersebut ketika bertemu dengan Jean-Marc Ayrault, Menteri Luar Negeri Perancis di al-Quds pendudukan, Selasa (17/6/2016). Demikian dilaporkan jaringan televisi al-Manar.
Netanyahu menjustifikasi penolakannya itu dengan mengklaim bahwa satu-satu cara untuk mencapai perdamaian nyata dengan Palestina adalah melalui perundingan langsung dan tanpa syarat.
Mahmoud Abbas, Pemimpin Otorita Ramallah menyambut usulan dan prakarsa Perancis soal perundingan kompromi dengan Israel. Padahal kelompok-kelompok nasional dan Islam Palestina termasuk Hamas dan Jihad Islam telah menolaknya.
Kelompok-kelompok nasional Palestina menilai tujuan prakarsa untuk kompromi tersebut sebagai langkah yang membuang-buang waktu dan melanggar hak-hak rakyat Palestina.
Perancis telah menyusun sebuah prakarsa, di mana berdasarkan rencana ini, akan digelar sebuah pertemuan pendahuluan di tingkat Menlu dua pekan mendatang.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk meletakkan poros-poros sebuah konferensi kompromi yang melibatkan Israel dan Palestina pada musim gugur mendatang.
Paris dalam usulannya menyebut kota al-Quds sebagai ibukota gabungan Palestina dan Israel. Namun prakarsa ini mengabaikan hak-hak kembalinya pengungsi Palestina ke tanah mereka. (RA)