Presiden Irak Minta Demonstran Menahan Diri
Presiden Irak memperingatkan kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang mengambil kesempatan dalam demonstrasi warga negara ini untuk menyerang aparat keamanan Irak.
Fuad Masum dalam sebuah pernyataan, Sabtu (21/5/2016), meminta para demonstran untuk komitmen dengan undang-undang dan menahan diri serta menghindari penyerangan terhadap lembaga-lembaga dan institusi pemerintah.
Presiden Irak juga meminta pemerintah untuk membuka kanal dialog dengan para penyelenggara unjuk rasa supaya sepakat tentang penentuan mekanisme demonstrasi dan tempat berlangsungnya.
"Unjuk rasa adalah hak warga yang dijamin konstitusi agar mereka bisa menyampaikan pandangan tentang kinerja pemerintah dan badan-badan lainnya serta menyampaikan tuntutan mereka," kata Masum seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Sebelumnya, ribuan demonstran pada Jumat menyerbu kantor Perdana Menteri Irak dan bentrok dengan aparat keamanan. Akibatnya, beberapa orang tewas dan 110 lainnya terluka. (RA)