Prancis Tolak Akui Pemerintahan Taliban
-
Menlu Prancis, Jean-Yves Le Drian
Menteri luar negeri Prancis tidak mengakui pemerintah baru yang berada di tangan Taliban.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian hari Senin (23/8/2021) mengatakan, "Apakah kami mengakui Taliban yang telah merebut negara (Afghanistan) dengan cara paksa ? Saya jawab dengan tegas, Tidak !"
"“Masalah penyelesaian (Afghanistan) membutuhkan G7 dan NATO, sehingga Rusia, Iran dan Cina dapat mengambil bagian dalam inisiatif ini. Salah satu alasan mengapa Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia, Vladimir Putin menjalin kontak hari Kamis,"ujar Menlu Prancis.
Presiden Rusia dan Prancis dalam percakapan telepon pada hari Kamis menekankan pentingnya mengamankan warga sipil Afghanistan dan segera menangani masalah kemanusiaan.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Joseph Borrell baru-baru ini menyatakan bahwa Uni Eropa tidak berniat mengakui kelompok itu, meskipun melanjutkan kontak operasionalnya dengan Taliban.
Pasukan Taliban memasuki Kabul pada hari Minggu (15/8/2021) dan Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani melarikan diri ke luar negeri.(PH)