Amerika Tinjauan dari Dalam 15 Januari 2022
https://parstoday.ir/id/news/world-i113262-amerika_tinjauan_dari_dalam_15_januari_2022
Dinamika Amerika Serikat selama beberapa hari terakhir diwarnai berbagai isu di antaranya mengenai hasil pollng yang menunjukkan anjloknya popularitas Biden.
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Jan 15, 2022 18:35 Asia/Jakarta
  • Amerika Tinjauan dari Dalam 15 Januari 2022

Dinamika Amerika Serikat selama beberapa hari terakhir diwarnai berbagai isu di antaranya mengenai hasil pollng yang menunjukkan anjloknya popularitas Biden.

Selain itu, pangkalan militer AS di utara Irak digempur empat drone, Menlu AS sebut langkah Trump keluar dari JCPOA sebagai keputusan terburuk AS, AS akan memerluas penggunaan kapal tanpa awak di Tim Tengah dan tentara AS lebih banyak yang tewas karena bunuh diri daripada Corona.

 

 

Polling: Popularitas Biden Terus Merosot

Sebuah jajak pendapat terbaru di Amerika Serikat menunjukkan bahwa popularitas Presiden Demokrat Joe Biden turun menjadi 33 persen.

Situs Hill hari Kamis (13/1/2022) melaporkan, polling yang dilakukan Universitas Quinnipiac tentang popularitas Biden di Amerika Serikat menemukan hanya sepertiga orang Amerika yang menyetujui dan mendukung kinerja Presiden Biden.

"Biden bergulat dengan berbagai masalah, termasuk kenaikan harga, epidemi virus Corona yang sedang berlangsung, dan perpecahan internal partai Demokrat mengenai program "Membangun Kembali Lebih Baik".

Program ini adalah paket bantuan senilai $7 triliun untuk mengatasi masalah virus Corona, rekonstruksi ekonomi, dan infrastruktur AS, tetapi rencana tersebut ditentang oleh beberapa anggota parlemen senior Demokrat, seperti Senator Joe Manchin.

Dalam jajak pendapat terbaru, 57 persen orang Amerika yang berafiliasi dengan partai independen menyatakan ketidakpuasan dengan kinerja Biden, dan 25 persen mengatakan mereka mendukungnya.

Popularitas Biden di kalangan pemilih Demokrat juga anjlok dari 87 persen dalam jajak pendapat November menjadi 75 persen dalam jajak pendapat terbaru.

Lima puluh tujuh persen responden jajak pendapat University of Quinnipiac mengatakan mereka tidak menyetujui manajemen Biden dalam masalah ekonomi, 54 persen tidak menyetujui manajemennya dalam kebijakan luar negeri, dan 55 persen tidak menyetujui manajemen Biden dalam menghadapi epidemi Corona.

Jajak pendapat Universitas Quinnipiac dilakukan dari 7 hingga 10 Januari terhadap 1.313 orang dewasa Amerika secara random di seluruh negeri.

 

 

Pangkalan Militer AS di Utara Irak Digempur Empat Drone

Sumber media Irak mengabarkan serangan empat pesawat tanpa awak ke pangkalan militer Amerika Serikat di utara negara itu.

Akun media sosial Sabereen News, Sabtu (15/1/2022) melaporkan, lokasi penempatan pasukan AS di pangkalan udara Balad yang terletak di Provinsi Salahuddin, utara Irak diserang sejumlah drone.

Menurut Sabereen News, sirene bahaya berbunyi di pangkalan udara Amerika Serikat tersebut saat terjadi serangan empat pesawat tanpa awak.

Media Irak ini menambahkan, tidak lama setelah serangan ke lokasi pasukan AS di pangkalan udara Balad, pangkalan itu terbakar dan terlihat asap membumbung tinggi.

Setelah serangan, peringatan untuk pasukan AS terdengar dari pengeras suara di pangkalan udara Balad, padahal sebelumnya pangkalan ini disebut tidak menampung seorang pun tentara asing atau pasukan AS.

Shafaq News mengutip sumber keamanan Irak, mengonfirmasi serangan beberapa drone ke pangkalan militer AS, menurutnya serangan terjadi pada pukul 6:10 pagi waktu setempat.

Di sisi lain, pasukan Amerika Serikat sampai sekarang belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan drone ke pangkalan militer Balad.

 

 

Blinken: Keluar dari JCPOA, Keputusan Terburuk AS

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken menilai keputusan Trump menarik AS keluar dari JCPOA sebagai salah satu keputusan terburuk dalam kebijakan luar negeri Washington.

Antony Blinken dalam wawancara dengan NPR pada Kamis (13/1/2022) mengatakan, "Salah satu keputusan terburuk dalam kebijakan luar negeri AS adalah menarik diri dari JCPOA, yang menyebabkan kita sekarang berada dalam posisi terjepit. Alih-alih mencapai kesepakatan baru yang lebih baik, Iran memajukan program nuklirnya dalam bentuk yang lebih berbahaya,".

Dia juga mengklaim program destruktif Iran telah meningkat di seluruh kawasan menyusul penarikan Amerika Serikat dari JCPOA.

Blinken telah berulang kali menyalahkan pemerintah Republik dan ekstremisme Donald Trump karena menarik AS keluar dari JCPOA.

Sebelumnya, Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengkritik keputusan Trump menarik diri dari JCPOA, dengan mengatakan "Keputusan ini terlepas dari apa yang mungkin terjadi di masa depan."

Mantan Presiden AS Donald Trump, setelah secara sepihak menarik diri dari JCPOA pada 2018, memberlakukan sanksi baru terhadap Iran sejalan dengan apa yang disebutnya sebagai kebijakan tekanan maksimum, selain mengembalikan sanksi yang ditangguhkan berdasarkan perjanjian.

Pemerintahan baru AS yang dipimpin oleh Joe Biden mengakui kegagalan kebijakan tekanan maksimumnya dan mengatakan akan membawa Washington kembali ke JCPOA, tetapi sejauh ini menolak untuk mengambil tindakan apa pun.

Republik Islam Iran telah menekankan bahwa mereka akan kembali ke komitmennya ketika Amerika Serikat mencabut semua sanksi terhadap Iran, dan Tehran memverifikasi implementasi pencabutan sanksi tersebut.

 

 

 

AS akan Perluas Penggunaan Kapal Tanpa Awak di Timteng

.Komandan Armada Kelima AS mengatakan pasukan Amerika akan memperluas penggunaan kapal tanpa awak di wilayah Timur Tengah.

Wakil Laksamana Brad Cooper menekankan penggunaan kapal tanpa awak dalam upaya uji coba untuk platform baru yang beroperasi di Komando Pusat AS (CENTCOM).

"Mulai bulan ini, Latihan Maritim Internasional 22 akan berfokus pada armada kapal tanpa awak, khususnya yang beroperasi di Armada Kelima AS sejak bulan September," ujarnya pada Jumat (14/1/2022) seperti dikutip IRNA.

Wakil Laksamana Cooper menjelaskan bahwa 60 negara akan berpartisipasi dalam latihan ini. 10 negara peserta akan menggunakan kapal tanpa awak. Ini akan menjadi latihan kapal tanpa awak terbesar di dunia.

Tahun lalu, AS membentuk Gugus Tugas 59 untuk membantu angkatan laut memperluas pengujian teknologi kapal tanpa awak.

Bulan lalu, Armada Kelima AS di Bahrain mengumumkan bahwa sebuah pasukan baru telah dibentuk di Teluk Persia yang menggabungkan drone, kapal tanpa awak, dan kecerdasan buatan dalam beroperasi.

Perlu dicatat bahwa kehadiran pasukan AS dan beberapa negara sekutunya serta penumpukan senjata mereka di wilayah Teluk Persia telah merusak keamanan dan meningkatkan ketegangan.

 

 

Tentara AS Lebih Banyak Tewas karena Bunuh Diri daripada Corona

Lebih dari 150 personel militer Amerika Serikat pada kuartal ketiga tahun 2021 mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, dan jumlah mereka secara total lebih besar dari para tentara yang tewas akibat terpapar virus Corona.

Dikutip stasiun televisi Fox News, Minggu (9/1/2022), berdasarkan data yang dirilis Departemen Pertahanan AS, Pentagon, selama kuartal ketiga tahun 2021, 163 personel militer AS melakukan bunuh diri, 70 di antaranya tentara aktif, 56 tentara cadangan dan 37 anggota Pasukan Garda Nasional.

Total personel militer AS yang melakukan bunuh diri selama kuartal ketiga tahun 2021 jika dibandingkan dengan kuartal kedua tahun yang sama jumlahnya menurun, akan tetapi tingkat bunuh diri di antara tentara cadangan dan Pasukan Garda Nasional bertambah.

Di sisi lain, tentara AS yang tewas akibat bunuh diri dalam rentang waktu antara bulan Juli hingga September 2021, jumlahnya dua kali lipat lebih besar dari tentara yang tewas karena virus Corona.

Pada tanggal 8 Januari 2022, 86 tentara Amerika Serikat meninggal dunia karena terpapar virus Corona. Menurut keterangan Pentagon, hingga September 2021 jumlah total tentara AS yang meninggal karena Corona mencapai 43 orang.

Selama tahun 2021, total ada 476 tentara AS yang melakukan bunuh diri, data Pentagon menunjukkan di tahun 2020, 701 personel militer AS bunuh diri.(PH)