AS Akui Pengecualian Sanksi Bukan untuk Keuntungan Ekonomi Iran
Feb 08, 2022 16:10 Asia/Jakarta
-
Jubir Deplu AS Ned Price
Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengakui keputusan baru Presiden Joe Biden yang memulihkan beberapa pengecualian sanksi terkait program nuklir Iran, tidak memberi keuntungan ekonomi pada Tehran.
Ned Price, dalam jumpa persnya, Senin (7/2/2022) malam mengatakan, Amerika Serikat mengambil keputusan untuk menghidupkan dan memperpanjang pengecualian sanksi dalam kerangka kepentingannya sendiri, bukan Iran.
Di sisi lain, media-media Barat berusaha menggambarkan langkah pemerintah AS yang membuka kesempatan kerja sama negara dan perusahaan-perusahaan asing dalam proyek Bushehr, Arak dan reaktor riset Tehran, sebagai niat baik Washington untuk membujuk Iran melanjutkan Perundingan Wina.
"Langkah AS tidak menjamin kepentingan ekonomi bagi Iran," tegas Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Ketika seorang wartawan mengatakan bahwa pengecualian sanksi ini, dalam bentuk tertentu, "membuat Iran semakin kaya", Ned Price langsung memotong kata-katanya dan mengatakan, "Tidak, pengecualian sanksi ini tidak punya dampak seperti itu, ini tidak benar. Langkah AS tidak memiliki dampak seperti itu." (HS)
Tags